STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK

Jurnal Informatika dan Rekayasa ElektronikJurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik

Kolam retensi Simpang Polda merupakan alternatif salah satu bangunan pengendali banjir yang berfungsi untuk menampung sementara debit limpahan air disekitar cekungan di Kawasan Simpang Polda, sehingga dapat mengurangi atau mencegah genangan banjir di daerah tersebut. Agar kolam retensi ini berfungsi dengan baik, maka perlu dilakukan pengecekan ketinggian sehingga fungsi kolam sebagai penampung air dapat terlaksana dengan baik. Metode yang dipakai untuk mengukur ketinggian kolam retensi adalah dengan menggunakan boat/robot yang telah diteliti tahun 2019 dan tahun 2020 yang mengarsir seluruh permukaan air kolam dengan bantuan remote kendali dan sonar single beam. Hasil pengukuran ketinggian Kolam Retensi Simpang Polda didapat rata-rata setinggi 2,245 m yang menganjurkan Pihak Dinas PUPR Bidang PSDA untuk melakukan pengerukan atau penyedotan sidimen karena telah terjadi perbedaan ketinggian saat pembangunan awal.

Kedalaman kolam retensi Simpang Polda Palembang mencapai rata‑rata 2,245 m dengan variasi kedalaman antara 0,731 m dan 3,761 m.Perbedaan kedalaman tersebut menunjukkan adanya sedimentasi signifikan, mencapai 1,755 m atau hampir 44 % dari kedalaman awal.Diperlukan tindakan pengerukan atau penyedotan sidimen untuk mengembalikan volume air maksimal agar kolam tetap dapat mengendalikan banjir.

Bagaimana efek penerapan teknologi pengukuran kedalaman berbasis robotik dengan akurasi GPS tinggi terhadap pemantauan sedimentasi jangka panjang kolam retensi? Apa dampak peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terkait pergerakan sedimentasi pada kolam retensi di daerah perkotaan, dan bagaimana model mitigasi dapat disesuaikan? Bagaimana integrasi data kedalaman dan kualitas air secara real‑time dapat menjadi dasar perencanaan kebijakan pengelolaan kolam retensi yang adaptif terhadap perubahan iklim lokal?.

Read online
File size1.22 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test