YCNYCN

Jurnal Inovasi PembelajaranJurnal Inovasi Pembelajaran

Di tengah tingginya paparan media digital pada usia dini, pemanfaatan permainan tradisional congklak sebagai media stimulasi kognitif belum dieksplorasi secara maksimal pada aspek proses berpikirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai dengan menggeser fokus dari sekadar hasil akhir numerasi menuju pembentukan pemikiran strategis. Secara spesifik, penelitian ini membedah fungsi eksekutif anak, yakni memori kerja dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus majemuk. Subjek penelitian melibatkan tiga orang anak usia dini yang dipilih melalui teknik purposive sampling, didukung oleh guru dan orang tua sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan micro-analysis of gameplay yang mencakup observasi partisipatif berbasis rekaman video, think-aloud protocol, dan wawancara semi-terstruktur. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data (melalui analisis per kasus dan lintas kasus), serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur etnopedagogi, serta menawarkan kontribusi praktis bagi para pendidik dan orang tua berupa alternatif media stimulasi kognitif yang murah, bebas layar, dan sekaligus berfungsi sebagai instrumen pelestarian warisan budaya lokal.

Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan congklak sebagai media pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang atraktif bagi anak.Selain berfungsi sebagai sarana hiburan, permainan tradisional ini secara efektif menstimulasi berbagai dimensi kognitif, mulai dari kemampuan numerasi dasar hingga kecakapan dalam merancang strategi pemecahan masalah.Implementasi kembali permainan ini menjadi sangat krusial agar generasi muda tetap mengenal warisan budaya yang kaya akan manfaat bagi perkembangan mental mereka.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal dengan pendekatan kuantitatif atau mixed-methods pada sampel yang lebih masif guna memvalidasi efektivitas kognitif kearifan lokal secara lebih komprehensif. Selain itu, institusi PAUD dapat mengintegrasikan permainan ini ke dalam pembelajaran dengan pendampingan guru sebagai fasilitator aktif. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana permainan tradisional dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam hal pemecahan masalah dan strategi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami peran permainan tradisional dalam pendidikan anak usia dini.

  1. Exploring the Potential of Traditional Congklak in the Development of Early Childhood Cognitive Abilities... doi.org/10.37251/jber.v5i2.959Exploring the Potential of Traditional Congklak in the Development of Early Childhood Cognitive Abilities doi 10 37251 jber v5i2 959
  2. The Effect of Traditional Games (Congklak) on Cognitive and Fine Motor Development in Children Under... thejmch.com/index.php/thejmch/article/view/710The Effect of Traditional Games Congklak on Cognitive and Fine Motor Development in Children Under thejmch index php thejmch article view 710
  3. Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain Dengan Media Kotak... doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i1.p11-18Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 5 6 Tahun Melalui Metode Bermain Dengan Media Kotak doi 10 24246 j js 2019 v9 i1 p11 18
Read online
File size483.63 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test