UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

Tribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanTribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman

Platform moderasi agama terus digunakan secara luas dalam konteks universitas sebagai sarana untuk menyebarkan ide-ide agama wasathiyah. Penelitian ini menjelajahi peran kegiatan institusi agama dalam mendorong moderasi agama sebagai respons strategis terhadap pengaruh ideologi Islam transnasional yang semakin meningkat dalam pendidikan tinggi Indonesia. Dengan fokus pada tiga universitas negeri terkemuka, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Malang (UM). Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus berganda yang didukung oleh analisis dokumen, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun setiap institusi mengadopsi pendekatan yang berbeda yang dibentuk oleh konteks sosio-budaya dan ideologis yang unik, ketiganya berbagi komitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip moderasi agama ke dalam kegiatan agama. UPI menginstitusionalisasikan program-program keagamaan dalam struktur akademik, UNJ menekankan inklusivitas dan keragaman, sedangkan UM mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa program bimbingan yang terstruktur yang berakar pada kerangka kerja agama dan budaya universitas sangat penting dalam membentuk pandangan agama yang moderat pada siswa. Implikasi penelitian ini menyarankan bahwa moderasi agama harus diintegrasikan ke dalam domain kurikuler dan ekstra kurikuler melalui kebijakan yang menghormati konteks institusional.

Penelitian ini telah menyoroti peran strategis institusi agama dalam pendidikan tinggi sebagai aktor garis depan dalam menumbuhkan religiositas inklusif dan ketahanan nasional.Penelitian ini menemukan bahwa institusi agama di universitas negeri seperti UPI, UNJ, dan UM tidak hanya menjadi fasilitator ibadah atau spiritualitas, tetapi berfungsi sebagai agen aktif dalam mempromosikan moderasi agama, toleransi, dan kewaspadaan ideologis.Melalui program integratif, bimbingan agama yang terstruktur, pengembangan kurikulum kontekstual, dan keterlibatan antar iman, institusi ini memberikan respons yang dinamis dan terlokalisasi terhadap tantangan yang diajukan oleh ideologi agama transnasional, yang sering kali mengeksploitasi kerentanan kampus.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi bahwa moderasi agama di konteks universitas tidak dapat dicapai hanya melalui retorika pasif atau kebijakan saja.Sebaliknya, hal itu memerlukan komitmen institusional, kohesi program, dan inovasi pedagogis yang mensinkronkan domain akademik, spiritual, dan sipil.Temuan penelitian ini menekankan bahwa universitas tidak hanya harus mengajar moderasi agama, tetapi harus mempraktikkannya dalam budaya institusional mereka - melalui diskursus inklusif, ruang ibadah plural, dan acara dialogis yang mendorong pemikiran kritis dan pemahaman empati di antara siswa dengan latar belakang yang beragam.Penelitian ini menawarkan dasar konseptual dan empiris untuk memikirkan kembali peran institusi agama di universitas.Penelitian ini menantang narasi sederhana tentang agama sebagai dogma atau pengalaman pribadi, dan justru memosisikannya sebagai pedagogi publik untuk koeksistensi dan pembangunan perdamaian.Ke depan, pendekatan interdisipliner dan partisipatif akan menjadi kunci untuk mengembangkan model yang lebih nuans dan sensitif konteks untuk mencegah ekstremisme ideologis melalui moderasi agama dalam pendidikan tinggi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif: Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi agama di universitas memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi agama dan toleransi. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kegiatan agama, tetapi juga mencakup aspek-aspek lain seperti dialog antar iman, pendidikan karakter, dan pendidikan kewarganegaraan. Model ini dapat membantu mahasiswa memahami dan menghargai keragaman agama dan budaya, serta mengembangkan sikap toleran dan inklusif.. . 2. Menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama: Penelitian ini menyoroti peran teknologi digital dalam penyebaran ideologi transnasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital pada kegiatan agama di universitas, termasuk penggunaan media sosial, platform daring, dan aplikasi seluler. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mempromosikan moderasi agama dan toleransi, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam konteks keagamaan.. . 3. Mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional: Penelitian ini menekankan pentingnya institusi agama dalam menangkal pengaruh ideologi transnasional dan memperkuat ketahanan nasional. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mempelajari peran institusi agama dalam membangun ketahanan nasional, termasuk bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan lainnya untuk mempromosikan nilai-nilai moderasi dan toleransi. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat ketahanan nasional dan mencegah penyebaran ideologi ekstrem.

  1. Strengthening Strategy to Religious Moderation at Indonesian Universities | Journal of Ecohumanism. strategy... doi.org/10.62754/joe.v3i7.4438Strengthening Strategy to Religious Moderation at Indonesian Universities Journal of Ecohumanism strategy doi 10 62754 joe v3i7 4438
  2. Religious Moderation Practices in Islamic Religious Education in Multicultural Communities in Bali |... online-journal.unja.ac.id/ijielc/article/view/30820Religious Moderation Practices in Islamic Religious Education in Multicultural Communities in Bali online journal unja ac ijielc article view 30820
  3. Karakteristik Religius Kultur Kampus Dalam Keseharian Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia | Edudeena... jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id/index.php/edudeena/article/view/799Karakteristik Religius Kultur Kampus Dalam Keseharian Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Edudeena jurnalfaktarbiyah iainkediri ac index php edudeena article view 799
Read online
File size414.03 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test