UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi KeislamanIntelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman

Keberhasilan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengakses sumber-sumber otoritatif berbahasa Arab guna menjaga otentisitas ajaran di lingkungan madrasah. Penelitian ini menganalisis kendala guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memanfaatkan literatur berbahasa Arab serta implikasinya terhadap kompetensi pedagogis di MTsN 5 Agam. Guru PAI memikul tanggung jawab besar dalam menyajikan pemahaman agama yang autentik melalui teks otoritatif, namun realitas menunjukkan adanya kesenjangan literasi yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk menjamin validitas temuan lapangan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa guru jarang merujuk langsung pada teks asli dan lebih mengandalkan buku terjemahan karena alasan efisiensi waktu serta heterogenitas kemampuan siswa. Hambatan teknis mencakup kesulitan penguasaan aspek nahwu, keengganan membaca teks tanpa harakat, dan kekhawatiran akan kesalahan interpretasi makna hukum. Kondisi ini menyebabkan penyampaian materi di kelas bersifat umum dan dangkal sehingga membatasi interaksi siswa dengan teks sumber secara langsung. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi kompetensi guru memerlukan intervensi sistematis melalui pelatihan teknik membaca kitab, optimalisasi aplikasi digital, dan revitalisasi perpustakaan.

Penelitian ini membuktikan bahwa problematika literasi Arab guru PAI di MTsN 5 Agam bersumber dari ketergantungan tinggi pada sumber sekunder yang mereduksi kedalaman materi pembelajaran.Guru mengakui jarang merujuk langsung pada teks atau kitab asli berbahasa Arab dan lebih memilih buku terjemahan demi efisiensi waktu serta menyesuaikan dengan keterbatasan kemampuan siswa.Hambatan linguistik, terutama pada aspek nahwu, memicu keraguan guru dalam menentukan makna hukum secara mandiri tanpa bantuan penjelasan sekunder.Lemahnya aksesibilitas terhadap koleksi literatur primer di perpustakaan sekolah semakin memperburuk jarak antara pendidik dan sumber keilmuan asli.Dampak sistemik dari kendala tersebut adalah penyampaian materi yang bersifat umum dan dangkal, sehingga siswa kehilangan kesempatan emas untuk melakukan analisis teks sumber secara komprehensif di dalam kelas.Transformasi kompetensi guru memerlukan intervensi sistematis melalui pelatihan berkelanjutan yang spesifik pada teknik membaca kitab tanpa harakat serta optimalisasi aplikasi digital pendukung.Pihak madrasah perlu memprioritaskan revitalisasi koleksi perpustakaan dengan menyediakan kitab-kitab rujukan klasik yang relevan bagi pengembangan materi PAI.Proyek riset berikutnya dapat memperluas fokus pada pengembangan modul pembelajaran PAI berbasis literasi turāts yang dirancang khusus untuk siswa dengan latar belakang sekolah umum.Peneliti selanjutnya juga perlu mengeksplorasi efektivitas integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sebagai instrumen bantu guru dalam melakukan validasi makna teks Arab secara lebih presisi dan cepat.Penguatan basis literasi hulu ini menjadi kunci utama untuk mengembalikan marwah intelektual madrasah sebagai pusat keunggulan ilmu agama.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, diperlukan intervensi sistematis dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Pertama, perlu ada pelatihan berkelanjutan yang fokus pada teknik membaca kitab tanpa harakat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami teks-teks otoritatif berbahasa Arab. Kedua, optimalisasi aplikasi digital dapat membantu guru dalam menganalisis dan memahami teks-teks tersebut dengan lebih mudah dan cepat. Ketiga, revitalisasi perpustakaan dengan menyediakan koleksi kitab-kitab rujukan klasik yang relevan dapat meningkatkan aksesibilitas guru terhadap sumber-sumber otoritatif. Selain itu, pengembangan modul pembelajaran PAI berbasis literasi turāts dapat membantu siswa dari latar belakang sekolah umum untuk memahami materi agama dengan lebih mendalam. Integrasi kecerdasan buatan juga dapat menjadi solusi dalam membantu guru melakukan validasi makna teks Arab secara lebih presisi dan cepat. Dengan penguatan basis literasi hulu, madrasah dapat kembali menjadi pusat keunggulan intelektual dalam pendidikan agama.

  1. Konsep Dasar Penerjemahan Bahasa Arab | Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik... doi.org/10.32764/allahjah.v7i1.4219Konsep Dasar Penerjemahan Bahasa Arab Al Lahjah Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kajian Linguistik doi 10 32764 allahjah v7i1 4219
  2. Konsep Epistemologi Bayani, Irfani dan Burhani dalam Filsafat Pendidikan Islam | DINAMIKA : Jurnal Kajian... ejournal.unwaha.ac.id/index.php/dinamika/article/view/4190Konsep Epistemologi Bayani Irfani dan Burhani dalam Filsafat Pendidikan Islam DINAMIKA Jurnal Kajian ejournal unwaha ac index php dinamika article view 4190
  3. PENGARUH KURANGNYA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK | Jurnal Sentra Pendidikan... e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/sentra/article/view/3551PENGARUH KURANGNYA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Jurnal Sentra Pendidikan e journal sari mutiara ac index php sentra article view 3551
Read online
File size518.9 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test