UNPARUNPAR
Jurnal Rekayasa Sistem IndustriJurnal Rekayasa Sistem IndustriPersaingan bisnis saat ini tidak hanya terjadi antara perusahaan secara individual, tetapi juga antara jaringan bisnis. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan dan menerapkan strategi yang tepat untuk bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Strategi yang efektif mencakup berbagai aspek, seperti perencanaan, produksi, dan pengiriman produk ke konsumen, yang semuanya merupakan bagian penting dari manajemen rantai pasok. Penelitian ini dilakukan di CV. Padaidi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Mebel Morowali, Sulawesi Tengah, yang bergerak dalam produksi mebel, termasuk kursi, meja, lemari, dan produk lainnya, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan tetap bersaing. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan perencanaan strategi rantai pasok yang baik, termasuk identifikasi risiko yang mungkin timbul serta pengelolaannya yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode House of Risk (HOR) untuk menentukan prioritas dalam strategi penanganan risiko, sementara identifikasi aktivitas bisnis dilakukan dengan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR), yang kemudian dilanjutkan dengan analisis risiko di setiap aktivitas. Belum banyak penelitian yang menggabungkan metode HOR dan SCOR, dan kebaharuan penelitian ini terletak pada kombinasi kedua metode tersebut, khususnya pada sektor IKM Furniture. Penelitian mengidentifikasi 19 kejadian risiko dan 20 agen risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran rantai pasok. Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi dalam merancang strategi mitigasi risiko yang lebih efektif, guna meningkatkan ketahanan dan efisiensi rantai pasok perusahaan.
Padaidi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Furniture yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dapat disimpulkan bahwa kejadian risiko yang teridentifikasi yang kemungkinan besar akan muncul pada rantai pasok CV.Padaidi yaitu pada aktivitas plan terdapat 3 risiko, aktivitas source terdapat 4 risiko, aktivitas make terdapat 6 risiko, aktivitas delivery terdapat 3 risiko dan pada aktivitas return terdapat 2 risiko.Agen risiko (risk agent) pada rantai pasok CV.Proses pengolahan data menggunakan metode House of Risk tahap 1 dan melakukan analisis menggunakan diagram pareto, teridentifikasi 6 agen risiko prioritas yaitu menyesuaikan permintaan konsumen (A13), bahan baku habis (A6), pekerja yang tidak kompeten (A17), keterlambatan datangnya bahan baku (A5), ketidakmampuan supplier dalam memenuhi bahan baku (A9), APD yang terbatas (A8).Strategi mitigasi atau pencegahan yang diprioritaskan untuk mencegah penyebab (secara berurutan) penyediaan standar produk yang baku (PA1), pelatihan operator (PA3), memperbaiki perhitungan permintaan kepada supplier (PA4), menjaga jaringan supplier (PA5), menyediakan APD yang lengkap (PA6).Penelitian ini terbatas pada pengajuan usulan mitigasi dan cara mengimplementasikan usulan tersebut yang didasarkan pada identifikasi agen risiko dari berbagai kendala operasional dalam sistem rantai pasok.Usulan mitigasi ini belum diimplementasikan, sehingga efektivitasnya masih bersifat teoritis.Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya, sangat disarankan agar usulan aksi mitigasi ini diuji melalui implementasi langsung pada objek penelitian yang relevan.Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kecocokan serta keberhasilan dari langkah-langkah mitigasi yang telah diusulkan.Selain itu, dapat mempertimbangkan penggunaan kombinasi metode lain dalam kerangka multi-criteria decision making (MCDM).Penggunaan berbagai alat MCDM ini dapat membantu dalam menentukan bobot alternatif yang lebih komprehensif dan objektif terhadap usulan aksi mitigasi.Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pengambilan keputusan strategis terkait pengelolaan risiko dalam sistem rantai pasok.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:. . 1. Mengembangkan model House of Risk (HOR) dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk menganalisis dan mengelola risiko dalam rantai pasok. Model ini dapat mencakup lebih banyak variabel dan faktor yang mempengaruhi risiko, serta memberikan rekomendasi mitigasi yang lebih spesifik dan terukur.. . 2. Melakukan studi kasus yang lebih luas dan mendalam pada sektor IKM Furniture untuk menguji efektivitas kombinasi metode HOR dan SCOR dalam meningkatkan ketahanan dan efisiensi rantai pasok. Studi ini dapat mencakup analisis risiko yang lebih detail, termasuk identifikasi risiko yang lebih spesifik dan strategi mitigasi yang sesuai.. . 3. Menerapkan pendekatan multi-kriteria dalam pengambilan keputusan mitigasi risiko. Dengan menggunakan metode multi-kriteria, penelitian dapat mempertimbangkan berbagai faktor dan kriteria yang relevan dalam menentukan prioritas dan strategi mitigasi risiko. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi dan terukur.. . Dengan menggabungkan model HOR dan SCOR yang terintegrasi, melakukan studi kasus yang lebih luas, dan menerapkan pendekatan multi-kriteria, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pengelolaan risiko rantai pasok, khususnya di sektor IKM Furniture.
| File size | 396.49 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UKWMUKWM Temuan ini menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital dan lingkungan eksternal sebagai kunci utama dalam meningkatkan efektivitas rantai pasokTemuan ini menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital dan lingkungan eksternal sebagai kunci utama dalam meningkatkan efektivitas rantai pasok
UNPARUNPAR Rencana Umum Jaringan Jalan (RUJJ) merupakan instrumen strategis untuk mengarahkan pengembangan jaringan jalan yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.Rencana Umum Jaringan Jalan (RUJJ) merupakan instrumen strategis untuk mengarahkan pengembangan jaringan jalan yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
UNPARUNPAR Hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melalui Pertamina masih perlu melakukan upaya perbaikan agar niat adopsi BBM ramah lingkungan bisa meningkat.Hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melalui Pertamina masih perlu melakukan upaya perbaikan agar niat adopsi BBM ramah lingkungan bisa meningkat.
UNPARUNPAR Model sistem dinamik yang dikembangkan serta analisis skenario dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan jumlah pendaftar, dengan menekankanModel sistem dinamik yang dikembangkan serta analisis skenario dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan jumlah pendaftar, dengan menekankan
STIE AASSTIE AAS Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive. Kuesioner didistribusikan melalui kuesioner offline kepada responden yang merupakan pemilik bisnisTeknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive. Kuesioner didistribusikan melalui kuesioner offline kepada responden yang merupakan pemilik bisnis
UCYUCY Kurikulum PKn dengan materi PRB dapat berperan penting dalam mengisi kesenjangan ini dengan mendidik generasi muda tentang ketahanan bencana. PenelitianKurikulum PKn dengan materi PRB dapat berperan penting dalam mengisi kesenjangan ini dengan mendidik generasi muda tentang ketahanan bencana. Penelitian
STAITTDSTAITTD Pelaksanaan yang Sistematis dan Lancar Pelatihan dilaksanakan secara sistematis, mulai dari perizinan, penjadwalan, persiapan, hingga pelaksanaan. TidakPelaksanaan yang Sistematis dan Lancar Pelatihan dilaksanakan secara sistematis, mulai dari perizinan, penjadwalan, persiapan, hingga pelaksanaan. Tidak
UNIGHAUNIGHA Kinerja aparatur pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie tersebut dilihat dari tiga indikator yaitu Responsibilitas, ProduktifitasKinerja aparatur pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie tersebut dilihat dari tiga indikator yaitu Responsibilitas, Produktifitas
Useful /
STIKES ISFISTIKES ISFI Bahan tumbuhan dikumpulkan dari tiga lokasi di Kecamatan Baturraden dan Sumbang, kemudian dikeringkan menggunakan lemari pengering. Karakter mutu simplisia,Bahan tumbuhan dikumpulkan dari tiga lokasi di Kecamatan Baturraden dan Sumbang, kemudian dikeringkan menggunakan lemari pengering. Karakter mutu simplisia,
AMIKVETERANAMIKVETERAN Sedangkan pada hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I diperoleh hasil 73,73% dan meningkat pada siklus II menjadi 88% dengan kualifikasi sangatSedangkan pada hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I diperoleh hasil 73,73% dan meningkat pada siklus II menjadi 88% dengan kualifikasi sangat
AKSARAKITAAKSARAKITA Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuanSelanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan
UMNUUMNU Diharapkan dapat mengurangi konsumsi masyarakat terhadap pupuk anorganik atau pupuk kimia. Tanaman padi lebih sehat, bulir padi lebih kuning bersih danDiharapkan dapat mengurangi konsumsi masyarakat terhadap pupuk anorganik atau pupuk kimia. Tanaman padi lebih sehat, bulir padi lebih kuning bersih dan