GREENPUBGREENPUB

Jurnal Ilmu MultidisiplinJurnal Ilmu Multidisiplin

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan ISO 31000 dalam pengelolaan risiko proyek jalan lingkungan permukiman oleh Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga risiko utama, yaitu resistensi sosial akibat kesalahan penentuan lokasi, minimnya sistem drainase yang memicu kerusakan dini jalan, serta dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Penerapan ISO 31000 masih parsial dan belum terintegrasi secara penuh, khususnya pada prinsip inklusif, dinamis, dan berbasis informasi terbaik. Rekomendasi penelitian meliputi verifikasi geospasial, pengaturan jadwal adaptif berbasis data BMKG, serta wajibnya drainase dalam desain. Penerapan standar ini diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko proyek dan meningkatkan kualitas tata kelola infrastruktur public.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan ISO 31000.2018 dalam manajemen risiko proyek jalan lingkungan di Kabupaten Sukabumi, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Penerapan prinsip ISO 31000 belum menyeluruh - Prinsip inklusif, dinamis, dan best available information tidak dijalankan secara optimal.Hal ini tampak dari minimnya partisipasi masyarakat penerima manfaat dalam verifikasi lokasi, lemahnya adaptasi terhadap cuaca ekstrem, serta tidak digunakannya data iklim dari BMKG dalam penjadwalan proyek.Risiko teknis (R1–R3) merupakan risiko dominan yang meliputi ketiadaan sistem drainase, genangan air, serta gangguan pekerjaan akibat hujan ekstrem.Kondisi ini mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatkan biaya rehabilitasi.Risiko administratif (R4–R6) muncul akibat kesalahan pencantuman lokasi proyek dan lemah nya koordinasi lintas tim.Hal ini menimbulkan potensi masalah hukum, resistensi sosial, dan menurunkan legitimasi proyek di mata publik.Risiko sosial merupakan konsekuensi lanjutan dari kelemahan teknis dan administratif.Resistensi masyarakat dan laporan ke aparat penegak hukum menandakan hilangnya social license to operate, yang menghambat keberlanjutan proyek.Implikasi kebijakan yang dapat ditarik adalah perlunya memperkuat aspek teknis (drainase wajib), iklim (penjadwalan adaptif), administratif (verifikasi geospasial), dan sosial (partisipasi publik).Keempat aspek ini, bila diperkuat, mampu menurunkan tingkat risiko dari kategori tinggi (≥12) menjadi menengah (6–9).

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan dan implementasi sistem manajemen risiko yang terintegrasi secara penuh dengan prinsip-prinsip ISO 31000. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji lebih dalam aspek-aspek teknis, administratif, dan sosial yang terkait dengan pengelolaan risiko proyek jalan lingkungan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi mitigasi risiko yang lebih efektif dan inovatif, seperti penggunaan teknologi geospasial untuk verifikasi lokasi, pengaturan jadwal adaptif berdasarkan data iklim, dan penerapan desain jalan lingkungan yang lebih tangguh terhadap cuaca ekstrem. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tata kelola proyek infrastruktur permukiman di tingkat lokal.

  1. Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025) | Jurnal Ilmu Multidisiplin.... doi.org/10.38035/jim.v4i4Vol 4 No 4 2025 Jurnal Ilmu Multidisplin Oktober November 2025 Jurnal Ilmu Multidisiplin doi 10 38035 jim v4i4
Read online
File size310.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test