UGPUGP

MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan PerikananMAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan

Perkembangan pesat kegiatan budidaya lele di tanah air tidak terlepas dari penerimaan masyarakat secara luas terhadap jenis ikan. Ketersediaan benih yang belum terpenuhi secara maksimal sehingga didatangkan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pengangkutan benih atau ikan selama ini dilakukan dengan dua cara yaitu pengangkutan dengan sistem terbuka dan sistem tertutup. Selama proses transportasi dengan kondisi jarak tempuh yang cukup jauh diperlukan upaya untuk menurunkan aktivitas ikan selama transportasi dengan metode anestesi. Bahan alami salah satunya yang dapat digunakan sebagai anestesi adalah daun pepaya (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan daun pepaya (Carica papaya) sebagai bahan anestesi alami sistem transportasi tertutup pada benih ikan lele (Clarias sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan sebagai perlakuan P1 (kontrol atau tanpa penambahan larutan daun pepaya), P2 (penambahan larutan daun pepaya 0,5% per 1,5 liter air), P3 (penambahan larutan daun pepaya 0,7% per 1,5 liter air), P4 (penambahan larutan daun pepaya 0,9% per 1,5 liter air). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 memerlukan waktu pemingsanan ikan yaitu 25.07 menit dan waktu sadar 1.11 menit dengan tingkat kelangsungan hidup 92%.

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pemberian larutan daun pepaya untuk pemingsanan ikan lele (Clarias sp.) selama transportasi dapat disimpulkan bahwa pemberian larutan daun pepaya berpengaruh terhadap tingkah laku ikan, waktu pemingsanan, waktu penyadaran dan kelangsungan hidup.Berdasarkan hasil penelitian perlakuan P4 menunjukkan konsentrasi terbaik dengan pemberian larutan daun pepaya 0,4% dapat menunjukkan lama waktu pingsan 25,07 menit, lama waktu sadar 1,11 menit, tingkat kelangsungan hidup sesudah anestesi 99% dan setelah pemeliharaan mencapai 92%.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek dosis larutan daun pepaya yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari 0,9% untuk menentukan ambang optimal yang meminimalkan mortalitas tetapi tetap memberikan waktu pemingsanan yang singkat, sehingga dapat menghasilkan pedoman dosis yang lebih fleksibel untuk berbagai kondisi transportasi; selanjutnya, studi komparatif antara ekstrak daun pepaya dengan bahan anestesi alami lain seperti daun durian atau ekstrak eukaliptus pada spesies ikan air tawar yang berbeda (misalnya ikan nila atau ikan gurami) dapat memperluas pemahaman tentang efektivitas dan keamanan bahan alami dalam konteks transportasi tertutup, terutama terkait dampak pada kualitas air dan stres fisiologis ikan; terakhir, penelitian jangka panjang mengenai efek pasca‑anestesi daun pepaya terhadap pertumbuhan, feed conversion ratio, dan tingkat kanibalisme selama fase pembesaran dapat mengidentifikasi konsekuensi jangka panjang penggunaan anestesi alami ini dan membantu mengoptimalkan protokol transportasi serta manajemen pasca‑transportasi untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele.

Read online
File size386.14 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test