STIEMADANISTIEMADANI

MADANI ACCOUNTING AND MANAGEMENT JOURNALMADANI ACCOUNTING AND MANAGEMENT JOURNAL

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan potensi sumber daya manusia dari berbagai segi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya agar dapat berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Mahasiswa merupakan orang yang belajar dan menerima pendidikan dengan jenjang tertinggi pada perguruan tinggi seperti universitas, akademi, dan sekolah tinggi. Banyak orang yang menganggap bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual yang tahu segalanya dan mampu menyelesaikan semua masalah. Untuk mencapai ekspektasi yang diharapkan oleh lingkungan di sekitarnya, banyak mahasiswa yang berorientasi pada hasil akhir yang baik untuk mencapai tujuan mereka. Hasil tersebut dapat diperoleh apabila mereka memperoleh nilai yang baik selama masa perkuliahan. Kebutuhan tersebut membuat mahasiswa melakukan berbagai cara untuk memperoleh nilai yang mereka inginkan sehingga dapat menyebabkan timbulnya praktik kecurangan atau kecurangan akademik. Menurut Sari, Rispantyo dan Kristianto (2017) berbagai tindakan kecurangan akademik dilakukan mahasiswa dengan berbagai alasan dan tujuan, dimana tindakan kecurangan yang dilakukan antara lain adalah mencontek saat ujian, menyalin jawaban teman, copy paste dari internet tanpa menyebutkan sumbernya, tidak hadir kuliah tetapi titip tanda tangan, membuat contekan saat ujian, meminta bantuan teman saat ujian, serta bekerjasama dengan teman saat ujian.

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Meskipun mahasiswa memiliki tekanan yang tinggi, belum tentu mahasiswa akan melakukan tindakan kecurangan akademik.Tidak semua mahasiswa memilih mengambil kesempatan yang ada untuk melakukan perbuatan kecurangan akademik.Banyak mahasiswa yang merasa bahwa kecurangan akademik adalah hal yang tidak baik.Mahasiswa yang memiliki kemampuan akan melakukan perilaku kecurangan akademik.

Saran penelitian lanjutan yang pertama adalah mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kecurangan akademik selain fraud diamond dan tingkat religiusitas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan studi komparatif antara mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda atau dengan menggunakan metode kualitatif untuk mendalami faktor-faktor tersebut. Saran penelitian lanjutan yang kedua adalah mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran kemampuan dalam kecurangan akademik. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis bagaimana kemampuan mempengaruhi perilaku kecurangan akademik dan bagaimana kemampuan dapat dikembangkan untuk mengurangi kecurangan akademik. Saran penelitian lanjutan yang ketiga adalah meneliti lebih lanjut tentang pengaruh tingkat religiusitas terhadap kecurangan akademik dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti lingkungan sosial dan budaya. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk memahami bagaimana nilai-nilai agama dan kepercayaan individu mempengaruhi perilaku kecurangan akademik dalam konteks sosial dan budaya tertentu.

Read online
File size483.33 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test