UIN WALISONGOUIN WALISONGO

AL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and BankingAL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and Banking

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembiayaan alternatif yang mengintegrasikan waqf produktif dan CSR guna mendukung proyek kredit karbon berkelanjutan sebagai respons terhadap krisis iklim. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui tinjauan literatur, dengan analisis tematik, SWOT, dan meta-sintesis untuk mengidentifikasi pola, posisi strategis, dan integrasi konseptual pembiayaan kredit karbon. Hasilnya menunjukkan bahwa ekosistem kredit karbon di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signifikan, khususnya untuk proyek NbS. Proyek kredit karbon dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik dan kapasitas pengurangan emisi. Penggabungan instrumen waqf produktif, seperti CWLS dan CWLD, dengan pendanaan CSR menawarkan model pembiayaan yang mematuhi syariah dan berkelanjutan. Meskipun masih ada tantangan seperti kompleksitas birokratis dan masalah kepercayaan publik, dukungan kuat pemerintah dan potensi besar waqf di Indonesia menyediakan peluang implementasi yang signifikan. Dari perspektif syariah, penerapan bai al-huquq al‑manawiyah mendukung izin perdagangan karbon.

Model pembiayaan berbasis waqf produktif dan CSR dapat mendukung proyek kredit karbon dengan mekanisme berulang dan berkelanjutan, yang memungkinkan penggalangan dana melalui pengembalian CWLS/CWLD dan dana CSR.Tantangan utama meliputi kompleksitas teknis, risiko greenwashing, dan ketergantungan pada kerangka regulasi.Namun, model ini tetap layak dan adaptif di konteks Indonesia, serta sesuai dengan prinsip maqasid shariah.

Pertama, meneliti dampak jangka panjang penggunaan dana waqf produktif dan CSR terhadap diversifikasi portofolio proyek karbon berbasis NbS dan TBS di Indonesia, untuk memahami efek sinergis dan risiko pembiayaan. Kedua, melakukan studi empiris tentang persepsi dan partisipasi masyarakat serta pemangku kepentingan korporasi terhadap mekanisme ini, guna mengidentifikasi hambatan kepercayaan dan faktor penentu adopsi. Ketiga, mengembangkan kerangka kebijakan regulasi yang memfasilitasi kolaborasi lintas sektor (pemerintah, bank Islam, lembaga swadaya, dan perusahaan) dalam model ini, termasuk prosedur kepatuhan syariah, monitoring, dan verifikasi karbon, sehingga dapat meningkatkan skala dan keberlanjutan penerapan di tingkat nasional.

  1. Indonesia Carbon Credit Trading: Economic Opportunity or Environmental Liability? | Hasanuddin Journal... journal.unhas.ac.id/index.php/hjsis/article/view/44974Indonesia Carbon Credit Trading Economic Opportunity or Environmental Liability Hasanuddin Journal journal unhas ac index php hjsis article view 44974
  2. Pengaruh Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance, dan Kinerja Lingkungan Terhadap... rayyanjurnal.com/index.php/jamparing/article/view/3100Pengaruh Corporate Social Responsibility Good Corporate Governance dan Kinerja Lingkungan Terhadap rayyanjurnal index php jamparing article view 3100
Read online
File size634.54 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test