UBUB

Indonesian Journal of Disability StudiesIndonesian Journal of Disability Studies

Indonesia diperkirakan akan mulai mengalami penuaan penduduk secara nasional pada tahun 2035. Pada saat yang sama, setiap individu berpotensi menjadi penyandang disabilitas terutama seiring bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kompleksitas tantangan yang dihadapi lansia penyandang disabilitas serta upaya mewujudkan inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa organisasi aparat daerah yang relevan, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Sosial Provinsi Yogyakarta. Temuan studi ini menunjukkan bahwa kompleksitas tantangan lansia penyandang disabilitas merupakan hasil interseksi antara aspek budaya dan struktural. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi tantangan lansia penyandang disabilitas dari perspektif eksklusi sosial, khususnya terkait wacana redistribusi dan kelas moral bawah.

Penelitian ini menemukan bahwa kompleksitas tantangan lansia penyandang disabilitas merupakan hasil interseksi antara aspek budaya dan struktural, serta stigma disabilitas sebagai penyakit lama mengembalikan paradigma medis.Kondisi tersebut membuat layanan informal dianggap sebagai tanggung jawab keluarga, sehingga menyulitkan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif bagi semua lansia penyandang disabilitas.Selain itu, budaya kolektif dan kemiskinan memperparah ketergantungan pada bantuan sosial, menimbulkan ketidaksetaraan sosial dan isu kelas moral, sehingga layanan informal masih menghadapi tantangan multidimensi yang memerlukan penanganan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi perbandingan efektivitas layanan formal dan informal dalam memenuhi kebutuhan kesehatan serta kesejahteraan lansia penyandang disabilitas, dengan fokus pada kualitas layanan dan kepuasan pengguna; selanjutnya, penting untuk menyelidiki pengaruh budaya kolektif terhadap pola penggunaan bantuan sosial oleh lansia, khususnya bagaimana nilai gotong‑royong memengaruhi keputusan alokasi bantuan kepada anggota keluarga yang lebih luas dan implikasinya terhadap kemiskinan serta eksklusi sosial; terakhir, studi kebijakan yang menguji implementasi model sosial disabilitas dibandingkan model medis dapat memberikan wawasan tentang perubahan persepsi publik dan kebijakan, serta mengidentifikasi mekanisme yang diperlukan untuk memperkuat inklusi sosial dan mengurangi ketergantungan pada bantuan informal dalam konteks kemiskinan dan ketidaksetaraan ekonomi.

Read online
File size326.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test