THAMRINTHAMRIN

Jurnal Inovasi Pendidikan MH ThamrinJurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin

Kegiatan ekstrakurikuler berperan strategis dalam mengembangkan bakat, minat, dan karakter peserta didik, namun kualitas pengelolaannya di sekolah dasar masih sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan manajemen pengembangan ekstrakurikuler di dua sekolah dasar di wilayah Bekasi. Pendekatan kualitatif deskriptif komparatif digunakan dengan teknik purposive sampling terhadap empat partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah pertama unggul berkat struktur organisasi berlapis, koordinator, pembina, dan pelatih profesional yang didukung perencanaan berbasis visi, pendanaan BOS yang terencana, evaluasi tiga bulanan, dan keterlibatan aktif orang tua, sehingga mampu meraih kejuaraan hingga tingkat provinsi. Sekolah kedua hanya menjalankan tiga cabang ekskul tanpa koordinator formal dan perencanaan tertulis, dengan sejumlah program yang sudah tidak aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan ekskul ditentukan oleh integrasi konsisten fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling, bukan semata fasilitas. Sekolah yang belum berkembang perlu segera membentuk struktur koordinator, menyusun perencanaan tertulis, dan membangun sistem evaluasi berkala.

Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan pengelolaan ekstrakurikuler di SDN Telajung 02 Kabupaten Bekasi bukan ditentukan oleh keunggulan fasilitas semata, melainkan oleh integrasi keempat fungsi manajemen POAC yang dijalankan secara konsisten dan sinergis.Sebaliknya, ketiadaan koordinator ekstrakurikuler di SDN Duren Jaya V Kota Bekasi terbukti menjadi akar utama kelemahan yang memengaruhi perencanaan, penggerakan, dan keberlanjutan program.Oleh karena itu, diperlukan pembentukan struktur koordinator, penyusunan perencanaan tertulis, dan implementasi sistem evaluasi berkala serta penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji generalisasi temuan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana keberadaan koordinator ekstrakurikuler yang terstruktur memengaruhi pencapaian akademik dan nonakademik siswa di berbagai sekolah dasar, dengan menggunakan desain survei lintas sekolah dan analisis multivariat untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh utama. Selanjutnya, studi kualitatif dapat ditujukan untuk merancang dan menguji model regenerasi pelatih ekstrakurikuler yang berkelanjutan, menilai efektivitas program mentorship dan transfer pengetahuan dalam mempertahankan kualitas program meski terjadi pergantian personel. Selain itu, penelitian kebijakan dapat menilai dampak implementasi standar minimum koordinator ekstrakurikuler oleh Dinas Pendidikan pada praktik manajerial sekolah, mengkaji perubahan struktural, alokasi sumber daya, dan partisipasi orang tua melalui studi kasus komparatif sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan.

  1. Exploration of Extracurricular Management in Building a Culture of Achievement: A Comparative Study in... doi.org/10.37012/jipmht.v10i1.3449Exploration of Extracurricular Management in Building a Culture of Achievement A Comparative Study in doi 10 37012 jipmht v10i1 3449
Read online
File size188.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test