UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agricultural-Animal Science Innovation and Empowerment JournalAgricultural-Animal Science Innovation and Empowerment Journal

Kelompok Wanita Tani Arum Lestari di Desa Pandak, Banyumas, memiliki peluang besar dalam mengembangkan produksi makanan ringan berbahan dasar hasil pertanian lokal. Makanan ringan yang diproduksi adalah olahan pangan ubi jalar. Masalah yang dihadapi, seperti keterbatasan menjaga kualitas produk, kurangnya efisiensi proses produksi, serta kendala pemasaran dan pengelolaan usaha. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pemasaran produk makanan ringan yang dihasilkan. Solusi yang diperoleh difokuskan pada pengembangan aspek penting seperti : (a) inovasi ipteks untuk meningkatkan kualitas produk, (b) penguatan branding, dan (c) peningkatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah metode Participatory Rural Appraissal melalui kegiatan yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan ipteks, evaluasi dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Arum Lestari melalui inovasi Ipteks berhasil mencapai tujuan seperti; (a) meningkatkan kualitas dan konsistensi produk secara signifikan melalui standarisasi proses produksi, (b) meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi yang menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi, dan (c) memperluas jangkauan pasar melalui digitalisasi pemasaran, yang secara kolektif meningkatkan omset sebesar 85%. Secara umum kegiatan penerapan ipteks yang telah dilakukan dikatakan berhasil karena membawa manfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra sebesar 85 % dari kondisi sebelumnya.

Program pemberdayaan KWT Arum Lestari di Desa Pandak melalui inovasi ipteks terbukti meningkatkan kualitas dan konsistensi produk serta efisiensi produksi, yang berkontribusi pada margin keuntungan yang lebih tinggi.Digitalisasi pemasaran memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omset sebesar 85 %.Selain itu, kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 85 % serta menekankan pentingnya dukungan stakeholder untuk keberlanjutan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana strategi pemasaran digital yang lebih canggih, seperti penggunaan platform e‑commerce dan analisis data konsumen, mempengaruhi ekspansi pasar produk makanan ringan KWT Arum Lestari, sehingga dapat menjawab pertanyaan: strategi digital apa yang paling efektif dalam meningkatkan penjualan dan menjangkau konsumen di luar wilayah lokal? Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal untuk menilai dampak program pelatihan berkelanjutan terhadap kemampuan anggota KWT dalam pemeliharaan dan operasional teknologi tepat guna, dengan fokus pada pertanyaan: pelatihan berkelanjutan bagaimana memengaruhi produktivitas, kualitas, dan biaya produksi dalam jangka panjang? Terakhir, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk menguji skalabilitas model pemberdayaan ipteks pada kelompok wanita tani lain di daerah pedesaan serupa, guna menjawab: apakah pendekatan participatory rural appraisal dan inovasi ipteks dapat direplikasi dengan hasil peningkatan ekonomi dan kesejahteraan yang konsisten di konteks yang berbeda? Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, hasil penelitian dapat memberikan panduan kebijakan yang lebih tepat dalam memperkuat pemberdayaan perempuan petani melalui teknologi dan pemasaran modern.

Read online
File size344.77 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test