UGPUGP

MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan PerikananMAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan

Udang ini memiliki ukuran yang kecil dan hanya dimanfaatkan sebagai makanan sehari hari maupun sebagai umpan mata pancing oleh masyarakat sekitar padahal udang merupakan salah satu komoditas yang memiliki ekonomis tinggi dan juga merupakan salah satu komoditas penting dalam industri perikanan. Mengingat hal tersebut dapat memungkinkan adanya penangan lebih lanjut mengenai komoditi ini untuk di domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Reproduksi Udang Air Tawar di Sungai Gerpa. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 2023 di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae di Gerpa Kecamatan Bintang. Ciri‑ciri reproduksi udang jantan yaitu petasma berada di antara kaki jalan dengan memiliki DKP,URP,BTO, PPS, CPS, PRP dan DTS lebih besar dan reproduksi udang betina yaitu thelycum berada di bawah kaki jalan/antara kaki renang dengan memiliki DKP,BTO, PPS, CPS, PRP, DTS lebih kecil dan URP lebih besar. Analisis rasio jenis kelamin jantan dan betina adalah 1,2:1 jantan lebih mendominasi dari betina. Berdasarkan uji‑t terhadap parameter b pada selang kepercayaan 95% (a = 0,05), pola pertumbuhan udang air tawar adalah b<3 alometrik negatif.

Berdasarkan penelitian karakteristik reproduksi udang air tawar di Sungai Gerpa, petasma pada udang jantan terletak di antara kaki jalan dengan ukuran DKP, URP, BTO, PPS, CPS, PRP, dan DTS lebih besar, sedangkan thelycum pada udang betina berada di bawah kaki jalan/antara kaki renang dengan DKP, BTO, PPS, CPS, PRP, DTS lebih kecil dan URP lebih besar.Rasio jenis kelamin jantan dan betina yang diperoleh adalah 1,2.1, dengan 84 ekor jantan dan 66 ekor betina.Hubungan panjang‑berat udang air tawar menunjukkan pola alometrik negatif (b < 3).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi keragaman genetik dan struktur populasi Macrobrachium di beberapa sub‑dapatan DAS Arakundo untuk memahami potensi domestikasi yang lebih luas; selain itu, penting untuk menilai pengaruh variabel lingkungan seperti suhu, oksigen terlarut, dan kualitas air terhadap parameter reproduksi serta pola alometrik pertumbuhan sehingga dapat dibangun model prediksi kondisi budidaya optimal; selanjutnya, pengembangan protokol budidaya tertutup dengan induksi hormonal dapat diuji untuk meningkatkan fertilitas, kadar telur, dan tingkat kelangsungan hidup udang muda, yang bersama‑sama akan memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan konservasi dan pengembangan industri perikanan lokal.

Read online
File size1.21 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test