UGPUGP

MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan PerikananMAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan

Sistem resirkulasi merupakan budidaya intensif yang merupakan alternatif menarik untuk menggantikan sistem ekstensif, bagi lobster. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan cacing tanah (Lumbricus rubellus) pada pendederan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) dengan sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium pembenihan Program Studi Teknologi Produksi Benih dan Pakan Ikan Politeknik Indonesia Venezuela pada Oktober - November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu A (kontrol), B (10 % dari biomassa), C (15 % dari biomassa) dan D (20 % dari biomassa) dan 4 ulangan pada setiap perlakuan. Hasil pengukuran selama penelitian menghasilkan nilai rata-rata dari pertumbuhan bobot mutlak lobster nilai tertinggi terdapat pada perlakuan D (20 %), yakni sebesar 12,0 g, sedangkan berat terendah pada perlakuan A (kontrol) yakni sebesar 1,2 g. Pertumbuhan panjang mutlak (PM) perlakuan tertinggi diproleh pada perlakuan D (20 %) dengan nilai sebesar 4,5 cm dan terendahnya pada perlakuan A (kontrol) dengan nilai pertumbuhan 0,7 cm. Rasio konversi pakan (FCR) nilai tertinggi yaitu Perlakuan B (10 %) dengan nilai rataratanya mencapai 2,57. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan D (20 %) nilai rata‑ratanya mencapai 1,63. Nilai frekuensi molting tertinggi terdapat pada perlakuan D (20 %) dan nilai terendah terdapat pada perlakuan A (Kontrol) dan B (10 %). Dari hasil uji ANOVA, menunjukkan penelitian ini sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutak, rasio konversi pakan (FCR) dan frekuensi molting lobster. Hasil uji lanjut juga menegaskan bahwa perlakuan D berbeda nyata pada parameter Berat mutlak, panjang mutak, FCR dan Frequency moulting, sedangakan pada parameter Kelangsungan hidup tidak menunjukkan perbedaan.

Penambahan cacing tanah (Lumbricus rubellus) sebesar 20 % biomassa pada sistem resirkulasi memberikan hasil terbaik pada pendederan lobster Cherax quadricarinatus.Perlakuan D menghasilkan bobot mutlak tertinggi (12 g), panjang mutlak tertinggi (4,5 cm), kelangsungan hidup tertinggi (87,5 %), rasio konversi pakan terendah (1,63), dan frekuensi molting tertinggi (0,38 %).Hasil ini merekomendasikan penggunaan dosis 20 % cacing tanah untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan lobster air tawar secara optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah peningkatan proporsi cacing tanah di atas 20 % biomassa dapat meningkatkan lebih lanjut pertumbuhan lobster tanpa menurunkan tingkat kelangsungan hidup, sehingga diperlukan uji percobaan dengan dosis 25 % dan 30 % serta evaluasi efek pada rasio konversi pakan dan frekuensi molting. Selain itu, penting untuk menyelidiki apakah spesies cacing tanah lain atau sumber protein alternatif seperti serangga, alga atau bahan fermentasi dapat memberikan efek serupa atau bahkan lebih baik pada parameter produksi, yang dapat dijawab melalui percobaan komparatif multi‑spesies dengan desain faktorial lengkap. Selanjutnya, studi jangka panjang mengenai dampak sistem resirkulasi terhadap kualitas air, akumulasi nitrogen, fosfor, serta kejadian penyakit pada lobster perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan budidaya, sehingga dapat dirumuskan model manajemen air yang optimal dan pedoman operasional dalam produksi komersial.

Read online
File size575.02 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test