ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Penelitian ini bertujuan merancang sistem penyaliran tambang untuk mengatasi masalah genangan pada lantai pit akibat curah hujan tinggi. Berdasarkan analisis hidrologi menggunakan data curah hujan 15 tahun (2009-2023), metode distribusi Gumbel dipilih dengan curah hujan rencana 75 mm, intensitas curah hujan 16,38 mm/jam, dan periode ulang hujan 2 tahun. Terdapat empat daerah tangkapan hujan (DTH) di area pit, dan desain sistem penyaliran tambang meliputi saluran terbuka, gorong‑gorong, dan kolam pengendapan. Dimensi saluran dan gorong‑gorong dirancang berdasarkan debit air limpasan masing-masing DTH. Kolam pengendapan terdiri dari tiga kompartemen dengan waktu pemeliharaan 100-1292 hari. Desain ini diharapkan efektif dalam mengelola air limpasan untuk mendukung operasional tambang.

Analisis hidrologi menunjukkan curah hujan maksimum 149 mm, periode ulang 2 tahun, curah hujan rencana 75 mm, koefisien limpasan 0,37, intensitas 16,38 mm/jam, dan terdapat empat daerah tangkapan hujan dengan luas total sekitar 0,97 km².Debit limpasan yang dihasilkan bervariasi antara 0,24 m³/s hingga 0,05 m³/s untuk masing‑masing DTH, dan sistem penyaliran dirancang dengan empat saluran terbuka serta gorong‑gorong berdiameter 0,95 m panjang 10 m.Kolam pengendapan terdiri dari tiga kompartemen berukuran 11 m × 6 m × 3 m, dengan kecepatan pengendapan 0,00274 m²/s dan waktu perawatan 100 hari, yang diharapkan dapat mengelola limpasan secara efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi kinerja sistem penyaliran yang dirancang di bawah skenario perubahan iklim dengan memperkirakan intensitas hujan ekstrem dan dampaknya pada kapasitas saluran serta kolam pengendapan. Selanjutnya, studi dapat mengoptimalkan efisiensi sedimentasi melalui perancangan alternatif kolam pengendapan, seperti penggunaan zona perlambatan atau bahan filtrasi untuk meningkatkan tingkat pengendapan partikel. Selain itu, integrasi sistem pemantauan real‑time berbasis sensor hidrologi dan kontrol otomatis dapat dikaji untuk menyesuaikan operasi saluran dan gorong‑gorong secara dinamis, sehingga mengurangi risiko genangan dan meningkatkan respons operasional tambang secara berkelanjutan.

Read online
File size767.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test