UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Penelitian ini menganalisis pengaruh setting Thermal Overload Relay (TOR) terhadap kinerja sistem proteksi motor jenis Dahlander menggunakan sensor arus berbasis Arduino Uno. Motor Dahlander memiliki dua tingkat kecepatan operasi yang diperoleh melalui perubahan konfigurasi lilitan stator sehingga menghasilkan karakteristik arus yang berbeda pada setiap kondisi operasi. Oleh karena itu, diperlukan sistem proteksi yang mampu mendeteksi gangguan arus lebih (overcurrent) secara cepat dan akurat untuk mencegah kerusakan motor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimental dengan melakukan pengujian pada konfigurasi kecepatan rendah dan kecepatan tinggi menggunakan variasi nilai setting arus. Sistem proteksi yang dirancang terdiri atas sensor arus, Arduino Uno, relay, kontaktor, dan TOR. Sensor arus digunakan untuk memonitor arus motor secara real-time, sedangkan TOR berfungsi sebagai proteksi beban lebih dengan memutus suplai daya ketika arus melebihi nilai setting yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai setting TOR berpengaruh terhadap karakteristik waktu trip sistem proteksi. Semakin besar nilai setting arus, maka waktu trip yang dihasilkan semakin lama, sedangkan peningkatan arus beban menyebabkan waktu trip menjadi lebih cepat. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh arus nominal sebesar 1,90 A pada konfigurasi kecepatan rendah dan 1,81 A pada konfigurasi kecepatan tinggi. Selain itu, sensor arus menunjukkan tingkat akurasi yang baik dengan nilai kesalahan pengukuran rata-rata sebesar ±1% dibandingkan alat ukur referensi. Integrasi sensor arus dan TOR terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem proteksi dalam memonitor dan melindungi motor Dahlander dari gangguan arus lebih. Dengan demikian, sistem yang dirancang dapat diterapkan sebagai alternatif sistem monitoring dan proteksi motor induksi tiga fasa pada aplikasi industri.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengaturan (setting) Thermal Overload Relay (TOR) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sistem proteksi motor induksi tiga fasa jenis Dahlander.Nilai setting arus yang sesuai dengan karakteristik motor mampu memberikan proteksi yang optimal terhadap gangguan arus lebih (overcurrent) sehingga motor dapat beroperasi dengan aman pada konfigurasi kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi.Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian, diperoleh arus nominal motor pada konfigurasi kecepatan rendah sebesar 1,90 A, sedangkan pada konfigurasi kecepatan tinggi sebesar 1,81 A.Perbedaan nilai arus nominal tersebut dipengaruhi oleh perubahan konfigurasi lilitan stator dan karakteristik beban pada masing-masing mode operasi motor Dahlander.Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai setting arus memengaruhi karakteristik waktu trip sistem proteksi.Semakin besar nilai setting arus yang digunakan, maka waktu yang dibutuhkan sistem untuk melakukan trip menjadi lebih lama.Sebaliknya, peningkatan arus beban motor menyebabkan waktu trip menjadi lebih cepat karena sistem proteksi merespons kondisi beban lebih secara lebih cepat.Selain itu, sensor arus yang digunakan pada penelitian ini mampu melakukan pembacaan arus secara real-time dengan tingkat kesalahan pengukuran rata-rata sebesar ±1% dibandingkan alat ukur referensi, sehingga sensor dinilai memiliki tingkat akurasi yang baik untuk aplikasi monitoring dan proteksi motor induksi tiga fasa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh setting TOR terhadap kinerja sistem proteksi motor induksi tiga fasa jenis Dahlander pada berbagai kondisi beban dan kecepatan operasi. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif antara sistem proteksi berbasis TOR dengan sistem proteksi lainnya, seperti sistem proteksi berbasis mikroprosesor atau sistem proteksi digital. Penelitian ini juga dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan sistem proteksi TOR dengan sistem kontrol motor yang lebih canggih, seperti sistem kontrol berbasis PLC atau sistem kontrol berbasis mikrokontroler. Dengan demikian, dapat diperoleh sistem proteksi yang lebih efektif dan efisien dalam melindungi motor induksi tiga fasa jenis Dahlander dari gangguan arus lebih dan kenaikan temperatur.

  1. Sistem Proteksi Thermal Overload Relay (TOR) pada Motor Induksi 3 Phasa sebagai Penghancur Batu Bara... doi.org/10.24843/MITE.2024.v23i02.P14Sistem Proteksi Thermal Overload Relay TOR pada Motor Induksi 3 Phasa sebagai Penghancur Batu Bara doi 10 24843 MITE 2024 v23i02 P14
  2. THERMAL OVERLOAD RELAY SEBAGAI PENGAMAN OVERLOAD PADA MINIATUR GARDU INDUK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC... doi.org/10.14710/gt.v17i2.8922THERMAL OVERLOAD RELAY SEBAGAI PENGAMAN OVERLOAD PADA MINIATUR GARDU INDUK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC doi 10 14710 gt v17i2 8922
Read online
File size656.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test