UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Inefisiensi operasional akibat ketidakselarasan strategi pemeliharaan dengan degradasi aktual aset menjadi tantangan kritikal pada turbin gas aero-derivatif di sistem isolated grid. Praktik konvensional Time-Based Maintenance (TBM) yang memberlakukan interval overhaul kaku setiap 12.500 jam sering kali memicu over-maintenance, karena mengabaikan variabilitas kondisi termodinamika dan integritas mekanikal mesin. Penelitian ini mengusulkan transisi strategis menuju Condition-Based Maintenance (CBM) melalui pengembangan Algoritma Gatekeeper yang mengintegrasikan parameter termodinamika kritis (T48, PS3) dengan validasi visual langsung melalui Borescope Inspection (BSI). Pendekatan ini menempatkan data visual sebagai penentu akhir dalam keputusan ekonomi, memastikan keamanan teknis sebelum eksploitasi nilai ekonomi aset dilakukan. Melalui analisis tekno-ekonomi (Cost-Benefit Analysis) pada armada 20 unit TM2500 di PT PLN Batam, strategi ini terbukti mampu menghasilkan efisiensi signifikan. Simulasi menunjukkan potensi penghematan biaya langsung sebesar USD 5.614.431 per tahun dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) mencapai 2,36. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi BSI dalam kerangka CBM tidak hanya meningkatkan reliabilitas, tetapi juga menetapkan standar manajemen aset baru yang adaptif dan efisien secara finansial.

Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa integrasi Algoritma Gatekeeper dalam strategi pemeliharaan turbin gas TM2500 menawarkan solusi komprehensif atas inefisiensi yang melekat pada pendekatan berbasis waktu (Time-Based Maintenance).Secara teknis, penggunaan Borescope Inspection (BSI) sebagai validator deterministik terbukti efektif memitigasi risiko operasional, baik dengan mencegah overhaul prematur pada unit sehat (False Positive) maupun mendeteksi degradasi dini pada unit berisiko (True Negative).Data empiris menunjukkan bahwa integritas mekanikal mesin tidak berkorelasi linier dengan jam operasi, sehingga validasi visual menjadi instrumen mutlak untuk menjamin keamanan aset dalam fase perpanjangan masa pakai (life extension).Dari perspektif ekonomi, transformasi menuju Condition-Based Maintenance terbukti memberikan dampak fiskal yang superior.Analisis CBA mengonfirmasi potensi penghematan biaya langsung (direct cost avoidance) sebesar USD 5.431 per tahun, dengan rasio kelayakan BCR mencapai 2,36.Temuan ini menegaskan bahwa strategi CBM bukan sekadar inisiatif efisiensi teknis, melainkan instrumen manajemen aset strategis yang mampu membebaskan kapital perusahaan dari beban pemeliharaan yang tidak perlu, sekaligus meningkatkan ketersediaan (availability) pasokan listrik di sistem isolated grid.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model prediktif yang mengintegrasikan Deep Learning untuk analisis citra kerusakan borescope secara otomatis. Langkah ini akan mengurangi subjektivitas inspeksi manusia dan menyempurnakan akurasi keputusan Gatekeeper. Selain itu, perlu dipertimbangkan adopsi teknologi remote monitoring berbasis AI guna meningkatkan presisi deteksi dini. Dengan demikian, strategi CBM dapat terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi, memastikan keamanan dan efisiensi aset turbin gas TM2500.

Read online
File size559.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test