STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu penting yang memengaruhi kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana‑prasarana, dan kebijakan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Desain cross‑sectional diterapkan dengan melibatkan 130 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan (p = 0,009) serta sikap (p = 0,028) dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Sarana‑prasarana menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan (p = 0,082), sedangkan kebijakan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (p = 0,026). Kesimpulannya, peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif merupakan faktor kunci dalam memperbaiki perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, sementara efektivitas kebijakan perlu diperkuat melalui sosialisasi yang tepat dan implementasi yang terarah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan positif dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, sementara sarana-prasarana tidak berhubungan signifikan, dan kebijakan justru diperlukan menunjukkan hubungan negatif.Oleh karena itu, edukasi masyarakat, penguatan sikap positif, serta implementasi kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi longitudinal selama beberapa tahun di Kecamatan Karang Intan untuk memantau perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mendukung atau menghambat keberlanjutan perubahan tersebut serta menilai dampak kebijakan yang telah diimplementasikan secara bertahap. Selain itu, diperlukan percobaan intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan program edukasi intensif dan pelatihan praktik pengelolaan sampah, dengan tujuan mengukur secara eksperimental peningkatan pengetahuan dan sikap positif serta pengaruhnya terhadap perilaku nyata masyarakat, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas strategi intervensi tersebut. Selanjutnya, sebuah penelitian kualitatif mendalam yang melibatkan wawancara fokus grup dan observasi lapangan dapat menggali persepsi warga serta hambatan dalam pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah, khususnya untuk memahami mengapa kebijakan yang ada menunjukkan hubungan negatif dengan perilaku, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual dan dapat diterapkan secara efektif.

Read online
File size281.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test