AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL

Journal of New Trends in SciencesJournal of New Trends in Sciences

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pola konsep integrasi antara Sains dan Islam, untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi ini diimplementasikan, dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya dalam konteks pembelajaran untuk Kompetisi Sains Madrasah Terpadu (KSM) dalam Biologi di MAN 1 Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, memanfaatkan pendekatan penelitian lapangan dan penelitian deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa pola integrasi antara Sains dan Islam dalam pembelajaran biologi bersifat interkonektif, memadukan kedua perspektif dengan mulus. Guru pengawas, yang sebagian besar memiliki latar belakang sains murni dalam biologi, berperan aktif dalam diskusi dan kajian. Penggunaan buku teks biologi sebagai sumber belajar, yang mengintegrasikan konten ilmiah dan Islam, dimaksimalkan, memungkinkan diskusi yang mendalam antara guru dan siswa. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas KSM Biologi meliputi kurikulum dan materi pembelajaran yang menekankan integrasi Sains dan Islam. Kompetensi guru interdisipliner yang memahami dan menguasai integrasi kedua ilmu tersebut sangat penting bagi keberhasilan KSM Biologi. Selain itu, dukungan dari semua komponen madrasah sangat penting untuk menciptakan kerangka kerja yang memotivasi dan membimbing proses integrasi.

Pola integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi pada KSM di MAN 1 Wonosobo bersifat integratif interkonektif, melibatkan guru biologi, agama Islam, dan bahasa asing.Implementasi konsep integrasi meliputi penggunaan buku biologi terintegrasi, materi keislaman, dan diskusi mendalam, yang dapat meningkatkan hasil belajar biologi.Faktor pendukung meliputi kurikulum nasional, kompetensi guru lintas disiplin, motivasi peserta didik, serta dukungan madrasah, sementara hambatan mencakup kurangnya spesifikasi kurikulum dan keterbatasan kompetensi guru.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi secara empiris bagaimana model integrasi interkonektif memengaruhi pencapaian kompetensi siswa dalam mata pelajaran biologi, misalnya dengan menguji perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan pendekatan integratif dan kelas tradisional. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki kebutuhan pelatihan khusus bagi guru agar dapat menguasai kompetensi interdisipliner antara sains dan Islam, dengan merancang program pelatihan berbasis modul dan mengukur dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi adaptasi kurikulum nasional untuk memasukkan elemen integrasi sains‑Islam secara eksplisit, termasuk analisis kebijakan dan uji coba pilot di beberapa madrasah, guna mengidentifikasi tantangan operasional dan strategi mitigasinya.

  1. INTEGRASI ILMU-ILMU KEISLAMAN DALAM PERSPEKTIF M. AMIN ABDULLAH | Siregar | MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman.... doi.org/10.30821/miqot.v38i2.66INTEGRASI ILMU ILMU KEISLAMAN DALAM PERSPEKTIF M AMIN ABDULLAH Siregar MIQOT Jurnal Ilmu ilmu Keislaman doi 10 30821 miqot v38i2 66
  2. PEMBINAAN PERSIAPAN KOMPETISI SAINS BIDANG MATEMATIKA JENJANG SMA/MA TAHUN 2021 | Jurnal Abdimas Bencoolen.... ejournal.unib.ac.id/abdimas/article/view/30820PEMBINAAN PERSIAPAN KOMPETISI SAINS BIDANG MATEMATIKA JENJANG SMA MA TAHUN 2021 Jurnal Abdimas Bencoolen ejournal unib ac abdimas article view 30820
Read online
File size328.12 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test