UINKEDIRIUINKEDIRI

WADIAHWADIAH

Penelitian ini menganalisis perbandingan stabilitas antara bank syariah dan bank konvensional di Indonesia menggunakan indikator keuangan CAR, NPF, FDR, dan ROA selama periode 2019-2024. Periode ini dipilih karena merupakan periode krusial bagi sektor perbankan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan bank. Sampel ditentukan melalui sampling purposif yang menghasilkan 11 bank syariah dan 14 bank konvensional. Analisis dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan CAR dan ROA bank syariah unggul, mengindikasikan kekuatan modal dan profitabilitas yang lebih baik. Namun, NPF bank konvensional lebih unggul. Dalam hal likuiditas, kedua jenis bank relatif seimbang. Uji Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan pada variabel CAR, namun tidak pada NPF, FDR, dan ROA. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi manajemen bank untuk memperkuat strategi pengelolaan risiko. Lebih lanjut, hasil penelitian dapat dijadikan acuan oleh regulator serta pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pengawasan yang adaptif untuk menjaga stabilitas keuangan nasional.

Analisis stabilitas perbankan syariah dan konvensional periode 2019–2024 menunjukkan hasil kedua perbankan relatif terjaga dengan seluruh indikator keuangan melampaui standar ideal Bank Indonesia.Secara spesifik, bank syariah unggul dalam permodalan (CAR) dan profitabilitas (ROA), sementara, bank konvensional lebih unggul dalam kualitas aset yang tercermin pada rendahnya NPF.Kinerja likuiditas (FDR) kedua jenis bank relatif seimbang.Uji Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan hanya ada pada rasio CAR.Temuan ini menegaskan stabilitas kedua bank terjaga pada periode 2019-2024 dengan bank syariah memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap tekanan ekonomi dan krisis.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas periode observasi dan menambahkan variabel eksternal seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan nilai tukar. Penelitian ini dapat membantu menganalisis stabilitas perbankan secara lebih komprehensif. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada faktor-faktor eksternal yang memengaruhi stabilitas perbankan, seperti kebijakan regulator dan kondisi makroekonomi. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas perbankan syariah dan konvensional.

  1. Stabilitas Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia: Comparative Analylis | SAUJANA : Jurnal Perbankan... doi.org/10.59636/saujana.v5i02.146Stabilitas Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia Comparative Analylis SAUJANA Jurnal Perbankan doi 10 59636 saujana v5i02 146
  2. Islamic and Conventional Banks Stability: A Comparative Analysis | Atlantis Press. islamic conventional... doi.org/10.2991/imm-16.2016.2Islamic and Conventional Banks Stability A Comparative Analysis Atlantis Press islamic conventional doi 10 2991 imm 16 2016 2
Read online
File size552.7 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test