UMTUMT

JIKA (Jurnal Informatika)JIKA (Jurnal Informatika)

Pandemi COVID-19 memacu peneliti menginvestigasi beberapa senyawa potensial yang dapat menghambat SARS-CoV-2. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi senyawa menggunakan pendekatan molecular docking untuk menghambat domain makro SARS-CoV-2 (PDB: 7CZ4). Evaluasi dilakukan berdasarkan skor docking menggunakan AutoDock Vina. Konformasi terbaik dari kompleks reseptor ligan diindikasikan oleh afinitas tertinggi atau energi bebas Gibbs/ΔG paling negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumin, rhamnetin, mycophenolic acid dan quercetin memiliki afinitas tertinggi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan jumlah ikatan hidrogen dengan residu asam amino tertinggi sebagai indikator stabilitas secara berturut-turut: 4S0765P9W8, curcumin, rhamnetin dan mycophenolic acid. Hasil ini merupakan screening awal potensi senyawa tersebut sebagai anticovid-19 sehingga perlu dilengkapi dengan uji in vitro dan in vivo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumin, rhamnetin, mycophenolic acid dan quercetin memiliki energi ikatan yang lebih baik dengan domain makro SARS-CoV-2 (PDB.Jumlah ikatan hidrogen dengan residu asam amino tertinggi sebagai indikator stabilitas secara berturut-turut.Hasil ini merupakan screening awal potensi senyawa tersebut sehingga perlu dilengkapi dengan uji in vitro dan in vivo.

Mengingat hasil awal yang menjanjikan dari skrining *in silico* ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting untuk dikembangkan demi validasi dan pengembangan obat anti-COVID-19. Pertama, sangat krusial untuk melakukan studi *in vitro* dan *in vivo* yang mendalam terhadap senyawa-senyawa yang menunjukkan afinitas pengikatan tinggi, seperti curcumin, rhamnetin, mycophenolic acid, dan quercetin. Penelitian ini dapat dirancang untuk tidak hanya mengkonfirmasi kemampuan penghambatan mereka terhadap domain makro SARS-CoV-2 pada tingkat seluler atau organisme hidup, tetapi juga untuk elucidasi mekanisme molekuler spesifik yang terlibat. Sebagai contoh, studi bisa menyelidiki apakah senyawa tersebut mengganggu aktivitas enzimatis makro domain secara langsung, atau apakah ada jalur sinyal seluler lain yang terpengaruh, serta mengidentifikasi dosis efektif dan profil toksisitasnya. Kedua, mengingat kompleksitas SARS-CoV-2 dan banyaknya target potensial, penelitian dapat diperluas untuk mengevaluasi interaksi senyawa-senyawa ini dengan target protein virus lainnya. Ini mencakup protein penting seperti protease utama (Mpro) dan glikoprotein spike (S) yang juga berperan vital dalam replikasi dan infeksi virus. Menggunakan pendekatan *molecular docking* yang serupa, studi bisa memprediksi apakah senyawa tersebut memiliki kemampuan penghambatan ganda atau bahkan efek sinergis dengan target yang berbeda. Ketiga, untuk optimalisasi lebih lanjut dalam pengembangan obat, perlu dipertimbangkan studi desain obat rasional. Ini bisa melibatkan identifikasi dan sintesis turunan kimia dari senyawa-senyawa yang menjanjikan, dengan tujuan meningkatkan afinitas pengikatan, selektivitas, atau sifat farmakokinetik. Selain itu, eksplorasi kombinasi beberapa senyawa potensial untuk mencari efek sinergis dalam menghambat virus juga merupakan arah penelitian yang menarik. Pendekatan ini akan membuka jalan bagi pengembangan terapi kombinasi yang mungkin lebih efektif dan mengurangi risiko resistensi.

  1. State-of-the-art tools to identify druggable protein ligand of SARS-CoV-2. state art tools identify druggable... archivesofmedicalscience.com/State-of-the-art-tools-to-identify-druggable-protein-ligand-of-SARS-CoV-2,119704,0,2.htmlState of the art tools to identify druggable protein ligand of SARS CoV 2 state art tools identify druggable archivesofmedicalscience State of the art tools to identify druggable protein ligand of SARS CoV 2 119704 0 2 html
Read online
File size915.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test