CIVILIZACIVILIZA

Abdimas Indonesian JournalAbdimas Indonesian Journal

Program ini bertujuan memperkuat pendidikan agama Islam dan pendidikan karakter di kalangan suku Anak Dalam. Peneliti mengamati adanya perbedaan kepercayaan dalam suku Anak Dalam (SAD) yang tinggal di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Inisiatif pemberdayaan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yang menumbuhkan pemahaman dan kesadaran sehingga komunitas dapat mengubah keadaan mereka sendiri, bukan sekadar mengikuti arahan pihak luar. Siklus PAR dimulai dengan identifikasi masalah, identifikasi potensi, perencanaan tindakan, dan evaluasi potensi. Proses pemberdayaan komunitas melibatkan pemangku kepentingan sejak perencanaan hingga evaluasi, dengan langkah-langkah pemberdayaan berikut: pertama, Proses Pre-Mentoring yang telah dilaksanakan selama pelaksanaan Program Penelitian Aksi Layanan Kemasyarakatan Mahasiswa (KKN) UIN Jambi 2019; kedua, Proses Inkulturasi yang memetakan komunitas SAD yang memeluk dua kepercayaan serta mengamati dan menyesuaikan diri dengan kegiatan komunitas SAD untuk membangun komunikasi yang baik antara peneliti dan komunitas SAD; ketiga, Program Aksi Pertama yang mengembangkan modul pembelajaran sekaligus memberikan bimbingan kepada anak-anak SAD; keempat, Program Evaluasi untuk menilai efektivitas mentoring dan penguasaan pendidikan agama Islam serta pendidikan karakter oleh anak-anak SAD. Hasil penelitian menunjukkan meskipun terdapat perbedaan kepercayaan, anak-anak SAD antusias belajar, namun terdapat kekurangan tenaga pendidik dan sumber daya pendidikan yang memadai.

Program mentoring di wilayah 3T menunjukkan kondisi umum yang baik, namun lingkungan hidup anak-anak Anak Dalam di Pasir Putih masih menjadi perhatian serius karena keberagaman kepercayaan agama dan keterbatasan fasilitas belajar.Implementasi pendidikan agama Islam dan pendidikan karakter melalui modul yang disesuaikan serta pelatihan wudhu, mandi wajib, dan shalat lima waktu berhasil meningkatkan pemahaman dan perilaku siswa, namun terdapat kendala berupa fasilitas belajar yang tidak memadai dan kurangnya guru tetap.Evaluasi menyarankan pengelompokan siswa berdasarkan tingkat pendidikan serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga untuk memperbaiki infrastruktur, memastikan keberlanjutan tenaga pengajar, dan menyeimbangkan akses pendidikan bagi komunitas Anak Dalam.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang program mentoring terhadap peningkatan pengetahuan agama dan perilaku karakter anak-anak Anak Dalam selama beberapa tahun ke depan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor keberlanjutan dan perubahan yang terjadi seiring waktu. Selain itu, diperlukan pengembangan dan evaluasi alat pembelajaran digital berbasis mobile yang dapat diakses di daerah terpencil, guna mengatasi keterbatasan fasilitas belajar dan meningkatkan keterjangkauan materi pendidikan agama serta karakter bagi komunitas Anak Dalam yang memiliki akses internet terbatas. Selanjutnya, studi komparatif antara keluarga yang telah mengadopsi Islam dan yang masih menganut kepercayaan tradisional dalam suku Anak Dalam dapat menggali perbedaan efektivitas pendekatan pendidikan agama, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan integrasi sosial di wilayah 3T.

Read online
File size463.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test