UMGOUMGO

`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Penelitian ini menganalisis puisi Fī al-Ḥubb al-Baḥrī karya Nizar Qabbani dengan kerangka semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos). Puisi yang lahir di tengah masyarakat Arab patriarkal pertengahan abad ke-20 ini ditelaah menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan sumber teks dari platform Al-Dīwān. Analisis berfokus pada tujuh tanda utama: laut, air, darah, pedang, tubuh perempuan, bahasa laut, dan feminitas. Hasil menunjukkan bahwa pada level denotatif tanda‑tanda merujuk pada makna leksikal konkret; pada level konotatif berkembang menjadi simbol dinamisme, pengorbanan, keberanian, dan kebebasan ekspresi; sementara pada level mitos seluruh tanda bersinergi menaturalisasi cinta sebagai kekuatan kosmis—bebas, transformatif, dan melampaui norma sosial. Penelitian ini menawarkan model analisis semiotika tiga lapis untuk puisi Arab kontemporer dan menyoroti ambivalensi ideologis dalam konstruksi kebebasan perempuan yang memerlukan kajian kritis lebih lanjut.

Penelitian ini menemukan bahwa puisi Fī al‑Ḥubb al‑Baḥrī karya Nizar Qabbani membangun makna cinta melalui tujuh tanda utama—laut, air, darah, pedang, tubuh perempuan, bahasa laut, dan feminitas—yang beroperasi pada level denotatif, konotatif, serta mitos, menaturalisasi cinta sebagai kekuatan kosmis yang melampaui norma patriarkal.Implikasi studi ini terletak pada penguatan model semiotika tiga lapis untuk analisis puisi Arab kontemporer, namun terbatas pada satu puisi dan belum mengeksplorasi prosodi serta perbandingan karya lain.Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memperluas objek kajian, mengintegrasikan kritik feminis Arab, serta membandingkan konstruksi cinta antara penyair laki‑laki dan perempuan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji kerangka tiga lapis semiotika Barthes pada serangkaian puisi Nizar Qabbani lain, dengan menambahkan analisis prosodi dan bunyi untuk memahami bagaimana unsur sonik berinteraksi dengan tanda denotatif, konotatif, dan mitos; selanjutnya, sebuah studi komparatif yang menggabungkan pendekatan semiotika Barthes dengan kritik feminis Arab dapat mengeksplorasi perbedaan representasi gender dalam puisi-puisi penyair laki‑laki dan perempuan kontemporer, mengidentifikasi pola simbolik yang menegaskan atau menantang patriarki; terakhir, penelitian lintas budaya dapat membandingkan konstruksi cinta dalam karya Qabbani dengan puisi penyair Arab perempuan, untuk menilai apakah mitos cinta sebagai kekuatan kosmis bersifat universal atau dipengaruhi oleh perspektif gender penulis, sehingga memperkaya pemahaman tentang ideologi cinta dalam sastra Arab modern.

  1. Entre o abstrato e o tangível, anacárdio e epitrocóide | Revista Ponto de Vista.... doi.org/10.47328/rpv.v13i1.16084Entre o abstrato e o tangyvel anacyrdio e epitrocyide Revista Ponto de Vista doi 10 47328 rpv v13i1 16084
  2. Metafora Romantisisme pada Syair Risalatu Min Tahtil Ma’ Karya Nizar Qabbani (Kajian Balaghah)... doi.org/10.52217/ksatra.v6i2.1695Metafora Romantisisme pada Syair Risalatu Min Tahtil MaAo Karya Nizar Qabbani Kajian Balaghah doi 10 52217 ksatra v6i2 1695
  3. الميتا شعر في الشعر العربي المعاصر | Bilad Alrafidain Journal of Humanities... bajhss.bauc14.edu.iq/index.php/bajhss/article/view/73EIO AO E EO EIA Bilad Alrafidain Journal of Humanities bajhss bauc14 edu iq index php bajhss article view 73
  4. The Themes of the Female Persona in Nizar Qabbani's Poetry Compared to the Themes of the Female... doi.org/10.32996/jpda.2024.3.2.4The Themes of the Female Persona in Nizar Qabbanis Poetry Compared to the Themes of the Female doi 10 32996 jpda 2024 3 2 4
Read online
File size774.72 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test