STIEPEMUDASTIEPEMUDA

International Journal of Global Accounting, Management, Education, and EntrepreneurshipInternational Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terhadap akuntabilitas pencatatan keuangan dengan literasi keuangan sebagai variabel mediasi. Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM‑PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 UMKM di Denpasar dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan QRIS memiliki efek langsung yang positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pencatatan keuangan. Selain itu, penggunaan QRIS secara positif memengaruhi literasi keuangan, yang pada gilirannya meningkatkan akuntabilitas pencatatan keuangan. Literasi keuangan juga berperan sebagai mediator parsial antara penggunaan QRIS dan akuntabilitas pencatatan keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital dapat meningkatkan akuntabilitas keuangan, terutama bila didukung oleh literasi keuangan yang memadai. Penelitian ini memperluas penerapan TAM dalam konteks akuntabilitas keuangan digital dan memberikan insight praktis bagi pembuat kebijakan, lembaga keuangan, serta UMKM dalam meningkatkan tata kelola keuangan digital.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa QRIS tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator untuk meningkatkan literasi keuangan dan akuntabilitas keuangan pada UMKM.Hubungan tersebut bersifat kompleks dan dimediasi sebagian oleh literasi keuangan.Oleh karena itu, upaya meningkatkan manajemen keuangan UMKM di era digital memerlukan strategi ganda.mempercepat adopsi teknologi sekaligus memperkuat kompetensi keuangan para pelaku bisnis secara simultan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah pengaruh penggunaan QRIS terhadap akuntabilitas pencatatan keuangan serupa pada sektor ekonomi lain atau wilayah geografis yang berbeda, misalnya pada UMKM di kawasan perkotaan lain di Indonesia, untuk menguji generalisasi temuan. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang melacak perubahan akuntabilitas keuangan dan literasi keuangan selama jangka waktu yang lebih panjang, guna menilai keberlanjutan dampak QRIS serta faktor-faktor yang memoderasi hubungan tersebut seiring waktu. Selanjutnya, penelitian intervensi yang merancang program pelatihan literasi keuangan berbasis digital dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan manfaat penggunaan QRIS, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah bagi pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung transformasi digital UMKM.

  1. Digitalisasi Pencatatan Keuangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM): Perlukah? | Jurnal Akuntansi... doi.org/10.26740/akunesa.v12n3.p331-337Digitalisasi Pencatatan Keuangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah UMKM Perlukah Jurnal Akuntansi doi 10 26740 akunesa v12n3 p331 337
  2. Penggunaan Mobile Banking di Denpasar Bali: Perspektif Digital Divide | Budiutama | Ekonomis: Journal... Doi.Org/10.33087/Ekonomis.V8i1.1328Penggunaan Mobile Banking di Denpasar Bali Perspektif Digital Divide Budiutama Ekonomis Journal Doi Org 10 33087 Ekonomis V8i1 1328
Read online
File size418.47 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test