KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL EKUIVALENSIJURNAL EKUIVALENSI

Secara kasat mata, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari kondisi atau kepemilikan rumahnya. Banyak warga yang menempati rumah yang kurang atau bahkan tidak layak huni, terutama di daerah perdesaan. Mereka sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk memiliki hunian yang layak. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang bertujuan memberdayakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah agar mampu membangun atau meningkatkan kualitas rumah secara swadaya sehingga dapat menghuni rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat dan aman. Desa Sumberjo merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Kediri yang menjadi desa sasaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan mendapatkan bantuan paling besar dibandingkan dengan desa lain di wilayah Kabupaten Kediri untuk tahun anggaran 2015.

Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Sumberjo Tahun 2015 bila dianalisa dengan menggunakan teori implementasi kebijakan model Merileee S.Grindle maka keberhasilan implementasi kebijakan ditinjau dari segi content of policy, dipengaruhi oleh.Sedangkan dari segi context of policy, keberhasilan implementasi program dipengaruhi oleh.(1) kekuasaan, kepentingan, dan strategi dari aktor yang terlibat.(2) karakteristik lembaga dan rezim yang berkuasa.serta (3) tingkat kepatuhan dan respon dari pelaksana.Dalam implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Sumberjo terdapat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi program.Adapun faktor-faktor yang mendukung implementasi program dari segi content of policy, yaitu.Sedangkan faktor-faktor yang mendukung implementasi program dari segi context of policy, yaitu.(1) kekuasaan, kepentingan, dan strategi dari aktor yang terlibat.serta (2) karakteristik lembaga dan rezim yang berkuasa.Adapun faktor-faktor yang menghambat implementasi program dari segi content of policy, yaitu.Sedangkan faktor yang menghambat implementasi program dari segi context of policy, yaitu tingkat kepatuhan dan respon dari pelaksana.Dengan terpenuhinya kebutuhan akan perumahan maka masyarakat penerima bantuan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup lainnya seperti pendidikan, dan kesehatan, atau peningkatan kualitas sandang dan pangannya sehingga hal itu meningkatkan mutu atau taraf hidupnya.Selain itu dengan dimilikinya rumah yang layak huni maka akan meningkatkan kualitas keamanan, kesehatan lingkungan, dan secara psikologis berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dan tentunya juga meningkatkan status sosialnya.Dan untuk jangka panjang akan menurunkan angka kemiskinan.Dimana dari semua dampak tersebut merupakan faktor-faktor yang menjadi syarat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.Sehingga dapat peneliti simpulkan bahwa implementasi program BSPS ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas program bantuan stimulan perumahan swadaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program, seperti peran pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan ketersediaan sumber daya. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari program ini, seperti peningkatan kualitas hidup, kesempatan kerja, dan penurunan angka kemiskinan. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak implementasi program bantuan stimulan perumahan swadaya dan kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size302.26 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test