UKIPUKIP

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis IndonesiaJurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Transformasi digital telah mengubah cara Generasi Z mengelola keuangan, namun pengalaman hidup mereka dalam memaknai literasi keuangan syariah di ruang digital belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur esensial pengalaman mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dalam memaknai literasi keuangan syariah pada praktik pengelolaan keuangan digital menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior. Pendekatan kualitatif fenomenologi diterapkan dengan sepuluh mahasiswa sebagai informan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan reduksi fenomenologis (epoché). Analisis menghasilkan empat tema esensial: (1) ambivalensi spiritual-pragmatis dalam memaknya keuangan syariah sebagai kewajiban religius; (2) jaringan normatif berlapis dengan keluarga sebagai sumber norma paling dominan; (3) paradoks kehendak dan kemampuan akibat hambatan struktural ekosistem fintech syariah; dan (4) struktur esensial pengalaman yang dirangkum dalam model Religiosity-moderated Theory of Planned Behavior (R-TPB). Model R-TPB menempatkan komitmen religius sebagai variabel moderasi antarkomponen TPB dan mengidentifikasi bahwa kesenjangan antara intensi dan perilaku aktual terutama bersumber dari hambatan struktural eksternal, bukan dari kelemahan motivasi religius individu.

Pemaknaan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa Generasi Z berakar pada identitas religius dengan kecenderungan ambivalensi antara komitmen spiritual dan pragmatis.Faktor normatif berlapis, terutama keluarga dan kampus, memperkuat norma injunktif, sedangkan jaringan teman sebaya dan media sosial menimbulkan norma deskriptif yang ambivalen.Kesenjangan antara intensi dan perilaku utama disebabkan oleh hambatan struktural ekosistem fintech syariah, seperti keterbatasan platform, minimum investasi tinggi, dan penerimaan merchant terbatas, yang memaksa mahasiswa menghadapi trade‑off praktis antara kepatuhan syariah dan kenyamanan transaksi digital.

Pertama, riset komparatif lintas institusi Islam dan perguruan tinggi umum dapat memperluas pemahaman tentang bagaimana lingkungan akademik mempengaruhi pola adopsi keuangan syariah. Kedua, uji empiris model R‑TPB dengan sampel beragam program studi akan mengkonfirmasi peran moderasi religiusitas dalam hubungan antara sikap, norma, dan kontrol perilaku. Ketiga, studi longitudinal tentang evolusi literasi keuangan di kalangan mahasiswa dapat mengungkap dinamika perubahan perilaku seiring adanya kebijakan regulasi dan penambahan infrastruktur fintech syariah di Indonesia.

Read online
File size670.95 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test