INABJINABJ

The Indonesian Biomedical JournalThe Indonesian Biomedical Journal

Preeclampsia merupakan kondisi yang unik pada kehamilan, ditandai dengan hipertensi baru yang berkembang setelah 20 minggu gestasi dan seringkali disertai proteinuria, disfungsi organ pada ibu, atau pertumbuhan janin yang terganggu. Kondisi ini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal di seluruh dunia, dengan angka kejadian yang lebih tinggi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, di mana prevalensinya mencapai 4,91% dengan angka kematian kasus sebesar 24%. Meskipun telah banyak diteliti, etiologi pasti preeklampsia masih belum jelas. Namun, telah diketahui bahwa abnormalitas plasenta, disfungsi endotel, dan ketidakseimbangan antara faktor angiogenik dan anti-angiogenik, khususnya peningkatan kadar soluble Fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1), memainkan peran penting dalam patogenesisnya. sFlt-1 berfungsi sebagai reseptor decoy sirkulasi dengan cara mengikat vascular endothelial growth factor (VEGF) dan placental growth factor (PlGF), sehingga menurunkan ketersediaan keduanya dan berkontribusi pada kerusakan sel endotel. Perhatian baru-baru ini tertuju pada regulasi epigenetik ekspresi sFlt-1, khususnya metilasi DNA pada promotor sFlt-1. Hipometilasi pada promotor gen diketahui meningkatkan transkripsi gen, dan studi menunjukkan bahwa hipometilasi pada promotor sFlt-1 mungkin berkontribusi pada overexpresi sFlt-1 pada preeklampsia. Namun, data mengenai mekanisme ini pada populasi Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan apakah hipometilasi pada promotor sFlt-1 dan ekspresi sFlt-1 yang meningkat pada plasenta terkait dengan peningkatan risiko preeklampsia.

Hipometilasi pada promotor sFlt-1 dan ekspresi sFlt-1 yang meningkat pada plasenta merupakan faktor risiko independen yang signifikan untuk preeklampsia.Temuan ini menunjukkan bahwa hipometilasi pada promotor sFlt-1 dan ekspresi sFlt-1 yang meningkat dapat berfungsi sebagai biomarker epigenetik potensial untuk deteksi dini dan intervensi yang ditargetkan pada preeklampsia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran untuk penelitian lanjutan adalah: (1) Meneliti lebih lanjut mekanisme epigenetik yang terlibat dalam regulasi ekspresi sFlt-1 pada preeklampsia, khususnya pada populasi Indonesia. (2) Menganalisis lebih lanjut hubungan antara hipometilasi pada promotor sFlt-1 dan ekspresi sFlt-1 yang meningkat dengan faktor risiko lain seperti obesitas, usia ibu, dan paritas. (3) Mengembangkan strategi diagnostik dan intervensi yang ditargetkan untuk preeklampsia berdasarkan biomarker epigenetik yang ditemukan, seperti hipometilasi pada promotor sFlt-1 dan ekspresi sFlt-1 yang meningkat.

  1. Increased expression of sFlt-1 in in vivo and in vitro models of human placental hypoxia is mediated... journals.physiology.org/doi/10.1152/ajpregu.00794.2005Increased expression of sFlt 1 in in vivo and in vitro models of human placental hypoxia is mediated journals physiology doi 10 1152 ajpregu 00794 2005
  2. Hypomethylation of the Soluble Fms-like Tyrosine Kinase 1 (sFlt-1) Gene Promoter Region and Elevated... inabj.org/index.php/ibj/article/view/3744Hypomethylation of the Soluble Fms like Tyrosine Kinase 1 sFlt 1 Gene Promoter Region and Elevated inabj index php ibj article view 3744
  3. Lightweight user authentication scheme for roaming service in GLOMONET with privacy preserving | PLOS... doi.org/10.1371/journal.pone.0247441Lightweight user authentication scheme for roaming service in GLOMONET with privacy preserving PLOS doi 10 1371 journal pone 0247441
Read online
File size1.13 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test