EDUJAVAREEDUJAVARE

EDUJAVARE: International Journal of Educational ResearchEDUJAVARE: International Journal of Educational Research

Pendidikan lingkungan memainkan peran strategis dalam membentuk perilaku ramah lingkungan, khususnya di kalangan mahasiswa Generasi Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi digital dan kesadaran akan isu-isu keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pendidikan lingkungan, khususnya dalam mata kuliah Pendidikan Lingkungan, dalam mendorong perilaku ramah lingkungan di kalangan Generasi Z melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, seperti pembelajaran berbasis proyek yang dikombinasikan dengan penggunaan media digital, memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk perilaku ramah lingkungan, dan mempromosikan praktik ramah lingkungan di kalangan Generasi Z. Model pembelajaran ini memperkuat kesadaran ekologis sekaligus mendorong perubahan perilaku nyata di lingkungan kampus. Namun, implementasi pendidikan lingkungan menghadapi beberapa tantangan, termasuk kesenjangan antara pemahaman dan tindakan nyata (kesenjangan nilai-tindakan), fasilitas pendukung terbatas di kampus, dan budaya konsumerisme yang kuat yang mempengaruhi perilaku mahasiswa Generasi Z. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan kurikulum dengan fokus tidak hanya pada penguasaan konsep tetapi juga pengembangan keterampilan aksi lingkungan melalui evaluasi berbasis perilaku, insentif partisipasi mahasiswa, dan penyediaan kebijakan kampus serta infrastruktur yang mendukung praktik berkelanjutan. Dengan pendekatan komprehensif, pendidikan lingkungan di pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki literasi lingkungan yang kuat dan bertindak sebagai agen perubahan, mampu memulai dan menyebarkan praktik keberlanjutan di masyarakat yang lebih luas.

Pendidikan lingkungan memainkan peran penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan di kalangan mahasiswa Generasi Z, terutama ketika dikombinasikan dengan pembelajaran aktif, fasilitas kampus yang mendukung, dan penggunaan bijak media digital.Pengetahuan lingkungan mencakup tidak hanya domain kognitif tetapi juga domain afektif dan psikomotorik, khususnya dalam mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan.Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menumbuhkan sikap positif ramah lingkungan pada mahasiswa, keinginan kuat untuk bertindak, inisiatif, dan inovasi terkait pengelolaan lingkungan.Berdasarkan temuan penelitian, diperlukan penguatan kurikulum yang berfokus tidak hanya pada penguasaan konsep tetapi juga pengembangan keterampilan aksi lingkungan melalui evaluasi berbasis perilaku, pemberian penghargaan atas partisipasi mahasiswa, dan penyediaan kebijakan kampus serta infrastruktur yang mendukung praktik lingkungan yang berkelanjutan.Dengan pendekatan komprehensif, pendidikan lingkungan di kampus diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki literasi lingkungan yang kuat tetapi juga bertindak sebagai agen perubahan yang mampu memulai dan menyebarkan praktik berkelanjutan di masyarakat.

Untuk memperkuat pendidikan lingkungan di kampus, perlu ada penguatan kurikulum yang tidak hanya fokus pada konsep teoritis, tetapi juga mengembangkan keterampilan aksi lingkungan. Hal ini dapat dilakukan melalui evaluasi berbasis perilaku, pemberian insentif partisipasi mahasiswa, dan penyediaan kebijakan kampus serta infrastruktur yang mendukung praktik lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, penting untuk memanfaatkan media digital secara positif dalam kampanye lingkungan dan mendorong partisipasi mahasiswa. Dengan demikian, pendidikan lingkungan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam mengembangkan karakter komunitas kampus yang berkelanjutan untuk masa depan bumi.

Read online
File size407.42 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test