UMTUMT

REPLIKREPLIK

Konflik Israel‑Palestina merupakan salah satu konflik yang paling lama berlangsung dan telah menarik perhatian internasional yang signifikan, khususnya terkait penerapan Hukum Humaniter Internasional (IHL). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pelaksanaan prinsip‑prinsip inti IHL, seperti prinsip proporsionalitas, diskriminasi, dan perlindungan warga sipil, dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen laporan resmi dari PBB, ICRC, dan LSM internasional, berbagai pelanggaran norma‑norma IHL diidentifikasi, yang berdampak signifikan terhadap warga sipil, termasuk serangan terhadap fasilitas medis, sekolah, serta pembatasan akses kemanusiaan.

Konflik Israel‑Palestina menunjukkan kompleksitas tinggi dalam penerapan Hukum Humaniter Internasional, di mana prinsip‑prinsip dasar seperti proporsionalitas, diskriminasi, dan perlindungan warga sipil sering dilanggar oleh kedua belah pihak melalui serangan udara, penggunaan senjata tak terkendali, dan blokade yang berkelanjutan.Akibatnya, warga sipil menanggung beban paling berat dengan dampak jangka panjang terhadap hak hidup, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.Upaya penegakan hukum melalui mekanisme internasional masih terhambat oleh politisasi lembaga global, kelemahan sistem sanksi, serta bias narasi internasional, sehingga mendesak komunitas internasional untuk mereformasi sistem hukum global dan memperkuat akuntabilitas pelanggar.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi secara empiris persepsi dan pengalaman warga sipil di Gaza dan Tepi Barat terhadap penerapan Hukum Humaniter Internasional, misalnya dengan mengajukan pertanyaan: bagaimana warga sipil menilai kepatuhan pihak‑pihak yang terlibat terhadap prinsip proporsionalitas, diskriminasi, dan perlindungan? Selanjutnya, studi perbandingan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme penegakan IHL yang lebih efektif pada konflik berkepanjangan lain, seperti di Yaman atau Sudan, dengan fokus pada faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan penegakan hukum tersebut. Terakhir, analisis kritis terhadap pengaruh hak veto anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa‑Bangsa terhadap akuntabilitas pelanggaran IHL dapat menjadi fokus, misalnya dengan meneliti apakah terdapat korelasi antara penggunaan veto dan tingkat penegakan sanksi pada pelanggar IHL dalam berbagai kasus konflik. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika pelaksanaan IHL, mengidentifikasi hambatan struktural, serta menawarkan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk memperkuat perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.2979/israelstudies.16.2.24Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 2979 israelstudies 16 2 24
Read online
File size212.04 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test