USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

Sumber gagasan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keunikan ragam hias rumah adat suku Batak Toba, Melayu, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Nias. Ketertarikan yang terpancar dari bentuk ragam hias rumah adat tersebut memunculkan motivasi dan inspirasi untuk mengeksplorasi, mendesain, dan berkreasi dalam bentuk motif batik kreatif di Sumatera Utara. Merekayasa unsur estetika ragam hias rumah adat Batak Toba, Melayu, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Nias sebagai sebuah usaha riil dengan menggunakan skema penelitian pengembangan. Proses penciptaan melalui tiga tahap yaitu eksplorasi, desain, dan perwujudan. Teknik pembatikan menggunakan batik tulis pada kain katun mori dan pewarnaan dengan teknik colek. Karya tersebut berupa busana batik. Busana batik dengan rumah adat Pakpak Dairi menerapkan jenis perbungaaan mengerucut, perkupkup manun, siwaluh kampung dan perbungaaan mengerucut dengan hasil uji mutu modifikasi motif, pengembangan motif, ciri motif, kerapian canting, pewarnaan, dan model kerja memperoleh nilai rata-rata 90. Batik ornamen Karo menerapkan jenis motif rumah adat siwaluh jabu, manggis pantil, tutup dadu, dan cimba lau, dengan hasil uji mutu modifikasi motif, pengembangan motif, ciri motif, kerapian cetak, pewarnaan, dan model kerja memperoleh nilai rata-rata 90.22.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses penciptaan batik berbasis ornamen rumah adat melalui tiga tahap—eksplorasi, desain, dan perwujudan—dapat menghasilkan produk pakaian batik dengan kualitas tinggi, rata-rata nilai 90.Observasi langsung terhadap ornamen tradisional Toba Batak, Melayu, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Nias memberikan dasar visual untuk pengembangan motif yang memiliki nilai estetika dan filosofi budaya.Diharapkan penelitian lanjutan dapat memperluas aplikasi teknik ini, menguji penerimaan konsumen, dan menjelajahi integrasi digital serta keberlanjutan bahan dalam produksi batik.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana penggunaan teknologi visualisasi digital, seperti pemodelan 3D dan augmented reality, dapat memperkaya proses eksplorasi dan desain motif batik yang terinspirasi dari rumah adat di Sumatera Utara, sehingga menghasilkan variasi estetika yang lebih luas (pertanyaan penelitian: bagaimanakah dampak integrasi teknologi digital terhadap kreativitas dan keaslian motif batik tradisional?). Selanjutnya, studi empiris mengenai penerimaan pasar terhadap produk batik yang memuat motif rumah adat perlu dilakukan, dengan fokus pada faktor estetika, nilai budaya, dan kecocokan komersial (pertanyaan penelitian: sejauh mana konsumen menilai keaslian, keindahan, dan nilai ekonomis batik berbasis motif rumah adat dibandingkan batik konvensional?). Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan prinsip keberlanjutan dalam produksi batik berbasis motif rumah adat, misalnya dengan menggunakan serat alami, pewarna nabati, dan proses ramah lingkungan, untuk menilai dampak lingkungan serta potensi peningkatan daya saing produk (pertanyaan penelitian: bagaimana kontribusi material ramah lingkungan terhadap kualitas dan keberlanjutan batik tradisional yang berinspirasi dari arsitektur rumah adat?).

Read online
File size640.04 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test