IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Dalam menghadapi tekanan globalisasi dan modernisasi, pesantren perlu beradaptasi tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi manajemen kelembagaan Pesantren Assunniyyah, dalam merespons dinamika tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, studi ini menggali makna di balik pengalaman dan tindakan para aktor institusional melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi dilakukan melalui integrasi pendidikan diniyah dan pendidikan formal bahkan sampai perguruan tinggi, profesionalisasi layanan, pengembangan unit ekonomi dan kesehatan pesantren, serta penerapan dualisme tata kelola berbasis nilai dan regulasi formal. Kontribusi keilmuan penelitian ini terletak pada pengembangan teori hibridisasi organisasi dalam konteks institusi keagamaan, yang membuktikan bahwa modernisasi manajemen tidak selalu berujung pada sekularisasi. Temuan ini menawarkan model manajemen pesantren transformatif yang mampu menyeimbangkan akuntabilitas modern dengan nilai spiritualitas tradisional. Transformasi ini menjadi reposisi strategis untuk memperkuat daya saing dan kemandirian ekonomi tanpa mengorbankan fondasi utama pesantren. Strategi ini memberikan referensi baru bagi studi manajemen pendidikan Islam dalam mengelola ketegangan antara tuntutan profesionalisme global dan pelestarian identitas lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi Pondok Pesantren Assunniyyah terhadap dinamika global tidak berlangsung melalui sekularisasi, melainkan melalui strategi hibridisasi kelembagaan.Pesantren mampu mengkonvergensikan tuntutan regulasi negara dengan pelestarian nilai tradisi secara simultan, sehingga modernisasi diposisikan sebagai instrumen penguatan institusi tanpa menghilangkan identitas kulturalnya.Secara struktural, adaptasi diwujudkan melalui coercive isomorphism dengan penerapan SOP, akreditasi, dan standarisasi layanan pada unit pendidikan formal dan pelayanan kesehatan.Langkah ini memperkuat legitimasi, akuntabilitas, serta akses terhadap sumber daya publik.Dalam tata kelola internal, pesantren menerapkan sistem loose coupling (Keterkaitan Longgar).unit layanan publik dikelola dengan sistem tightly coupled (birokrasi, berbasis SOP, dan otoritas legal-rasional), sementara manajemen kepengasuhan dan induk pesantren dikelola dengan sistem loosely coupled (fleksibel, berbasis nilai, dan otoritas karismatik).Strategi pemisahan zona manajemen ini memungkinkan pesantren tampil profesional di ranah publik tanpa kehilangan fleksibilitas kultural dan sakralitas hubungan Kyai-Santri di ranah privat.Pengembangan unit ekonomi dan layanan kesehatan memperlihatkan reposisi peran pesantren sebagai ekosistem pemberdayaan umat.Pesantren tidak lagi terbatas pada fungsi pendidikan keagamaan, tetapi berkembang menjadi institusi sosial-ekonomi yang mengintegrasikan prinsip maqāṣid al-syarīah, khususnya perlindungan agama, jiwa, dan harta.Transformasi ini menegaskan bahwa modernisasi yang dilakukan bersifat adaptif dan strategis dalam memperkuat daya saing dan kemandirian.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut ini adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut dampak psikologis dari hibridisasi kelembagaan terhadap santri dan wali santri, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi disonansi yang mungkin terjadi akibat perbedaan pola layanan formal dan kultural.. . 2. Meneliti lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam regenerasi kepemimpinan pesantren, khususnya dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai tradisional dan pengetahuan taktis (tacit knowledge) saat terjadi pergantian generasi.. . 3. Melakukan studi komparatif tentang strategi diferensiasi dan reposisi kelembagaan di pesantren-pesantren lain, untuk memahami bagaimana model-model adaptasi yang berbeda dapat diterapkan di berbagai konteks dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi daya saing dan keberlanjutan institusi.

  1. Problem dan Tantangan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Salaf dan Modern | Bestari. problem tantangan... doi.org/10.36667/bestari.v18i2.946Problem dan Tantangan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Salaf dan Modern Bestari problem tantangan doi 10 36667 bestari v18i2 946
  2. MADRASAH, PONDOK PESANTREN DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 | Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer.... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/article/view/4317MADRASAH PONDOK PESANTREN DAN REVOLUSI INDUSTRI 4 0 Muoarah Jurnal Kajian Islam Kontemporer jurnal uin antasari ac index php muasharah article view 4317
Read online
File size386.6 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test