UNIFLORUNIFLOR

Lantern: Journal of Language and LiteratureLantern: Journal of Language and Literature

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk-bentuk penindasan yang dialami oleh Bride dan Sweetness dan untuk mengetahui perjuangan Bride dan Sweetness dalam melawan penindasan dalam novel God Help the Child. Peneliti mengaplikasikan teori penindasan menurut Iris Marion Young untuk menentukan bentuk-bentuk opresi yang terjadi pada karakter Bride dan Sweetness, yang dipilih oleh peneliti sebagai fokus dalam penelitian ini. Peneliti menerapkan kritik sastra African–American untuk menganalisis masalah perempuan dalam novel God Help the Child karya Toni Morrison. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melihat perjuangan Bride dan Sweetness dalam melawan penindasan. Penelitian ini hanya berfokus pada novel God Help the Child sebagai objek analisis, dan sebagai subjek analisis pada tokoh utama Bride dan Sweetness. Hasil penelitian menjelaskan ada lima bentuk opresi yang dialami dalam kondisi berbeda, yaitu eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya, dan kekerasan. Hasil lainya adalah perjuangan Bride dan Sweetness dalam melawan penindasan mereka. Keduanya sama-sama berhasil membebaskan diri. Bride akhirnya mengatasi trauma dan menerima masa laluny. Di sisi lain, orang tidak mengetahui identitas Sweetness yang sebenarnya sebagai orang kulit hitam karena dia tidak pernah mengungkapkanya hingga akhir.

Penelitian menemukan bahwa Bride dan Sweetness mengalami lima bentuk penindasan.eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya, dan kekerasan.Eksploitasi hanya terjadi pada Sweetness, sementara marginalisasi memengaruhi keduanya, imperialisme budaya dan kekerasan (psikologis serta fisik) hanya dialami Bride.Bride mengatasi trauma serta menerima masa lalunya, sedangkan identitas rasial Sweetness tetap tersembunyi hingga akhir cerita.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengalaman penindasan pada tokoh perempuan lain dalam karya Toni Morrison dengan menggunakan kerangka teori Young untuk mengidentifikasi variasi bentuk opresi (pertanyaan: bagaimana bentuk opresi yang muncul pada tokoh wanita lain dalam novel-novel Morrison?). Selanjutnya, studi komparatif antara literatur Afrika-Amerika dan literatur diaspora lainnya dapat menilai persamaan serta perbedaan pola penindasan gender‑rasial (pertanyaan: apa perbedaan utama dalam representasi penindasan perempuan antara karya Afrika‑Amerika dan literatur diaspora lainnya?). Akhirnya, pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif dapat digunakan untuk meneliti dampak penindasan interseksional terhadap pembentukan identitas dan kesehatan mental pembaca (pertanyaan: bagaimana pengalaman penindasan interseksional memengaruhi persepsi identitas dan kesejahteraan psikologis pembaca pada tingkat individu?). Penelitian‑penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang dinamika penindasan dalam konteks sastra serta implikasinya bagi studi gender dan ras.

Read online
File size525.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test