UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Kerang lokan Geloina erosa merupakan bivalvia bernilai ekonomis yang banyak dimanfaatkan di Muara Jenggalu, Kota Bengkulu. Peningkatan eksploitasi tanpa memperhatikan kondisi reproduksi berpotensi mengancam keberlanjutan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik reproduksi G. erosa berdasarkan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Pengambilan sampel dilakukan pada Mei–Oktober 2023 di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Sampel dikumpulkan secara manual saat kondisi surut, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Perikanan, Universitas Bengkulu untuk analisis lebih lanjut. Gonad diamati secara morfologis dan mikroskopis (100×–400×) untuk menentukan jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad. Nilai IKG dihitung sebagai perbandingan berat gonad terhadap berat tubuh total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKG pada betina berkisar 0,145–0,538 (rata-rata 0,336) dan jantan 0,048–0,931 (rata-rata 0,325), yang menunjukkan perkembangan gonad relatif sinkron. Distribusi TKG didominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi TKG I–III. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas reproduksi yang berlangsung secara terus menerus sepanjang tahun.

Berdasarkan hasil penelitian, nilai IKG kerang lokan (Geloina erosa) jantan dan betina relatif seimbang, meskipun terdapat nilai.Distribusi TKG menunjukkan dominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi tingkat kematangan dari TKG I hingga TKG III.Hal ini mengindikasikan bahwa populasi berada dalam kondisi reproduktif aktif dengan pola pemijahan yang berlangsung secara bertahap dan tidak serentak.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana fluktuasi suhu dan salinitas tahunan memengaruhi siklus gonad Geloina erosa serta menentukan periode reproduksi optimal untuk mengurangi penangkapan pada fase belum matang; selanjutnya, studi molekuler dapat mengevaluasi perbedaan ekspresi gen pada tahap perkembangan gonad (TKG I, II, III) untuk memahami mekanisme regulasi reproduksi pada tingkat seluler; terakhir, penelitian eksperimental dengan desain kontrol‑treatment dapat menguji efektivitas kebijakan batas ukuran tangkap minimum terhadap struktur umur, tingkat IKG, dan keberlanjutan populasi, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi manajemen perikanan berbasis ekosistem di muara mangrove.

Read online
File size473.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test