POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM

Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)

Permintaan enzim protease di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan; namun kapasitas produksi skala besar domestik masih terbatas. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, diperlukan upaya strategis pengembangan produksi protease daerah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengisolasi bakteri produsen protease dari saluran pencernaan ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Metode observasional dengan desain lintas sektional digunakan. Sampel diambil dari lambung ikan kemudian diinokulasi ke media Brain Heart Infusion (BHI). Isolasi bakteri dilakukan menggunakan Blood Agar Plate (BAP) dan MacConkey Agar. Aktivitas proteolitik dari isolat dievaluasi pada Skim Milk Agar (SMA), diikuti dengan karakterisasi makroskopik dan mikroskopik. Penelitian menghasilkan tiga isolat murni; namun penyaringan aktivitas proteolitik menunjukkan hanya satu isolat, diberi nama PHS1, menghasilkan protease. Aktivitas proteolitik ditandai dengan pembentukan zona pemutihan 2 mm (zona lisis) dengan indeks proteolitik 3. Analisis mikroskopik mengidentifikasi isolat sebagai bakteri gram‑positif, berbentuk batang, berdasar endospora.

Stomach of Pangasius hypophthalmus is a valuable source of protease‑producing bacteria.Penelitian mengisolasi tiga bakteri, dengan satu strain, PHS1, menunjukkan aktivitas proteolitik tinggi dan merupakan bakteri gram‑positif, berbentuk batang, berdasar endospora.Hasil ini menegaskan potensi mikroflora akuatik lokal untuk pengembangan produksi enzim industri di Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada identifikasi molekuler (mis tegnite PCR dan sekuensing) bakteri PHS1 guna mengungkap gen‑protein protease yang dihasilkan; hal ini akan memudahkan rekayasa genetika, termasuk mutasi site‑directed, untuk meningkatkan yield produksi. Selain itu, studi optimasi kultur secara sistematis—yang mencakup variabilitas pH, suhu, substrat komprehensif, dan unsur hara—perlu dilakukan untuk memaksimalkan produksi protease dalam skala ferment teknologi perkapalan. Penelitian lanjutan juga sebaiknya menilai stabilitas dan aktivitas protease PHS1 dalam kondisi industri, misalnya di formulasi deterjen atau makanan olahan; evaluasi ini akan menentukan aplikasi praktis yang potensial serta memeriksa kompatibilitas dengan bahan kimia lain. Selanjutnya, analisis proteomik dapat dijadikan alat untuk membandingkan profil enzim antara PHS1 dengan bakteri lain yang diisolasi dari wilayah lain, sehingga dapat dipilih strain dengan karakteristik terbaik dan substrat terbaik. Terakhir, pengembangan bioreaktor berbasis batch atau fed‑batch di laboratorium dapat menjadi langkah awal menuju produksi massal, sambil mengkaji pengendalian kontaminasi, efisiensi energi, dan biaya operasional. Dengan demikian, penelitian ini dapat memperluas basis pengetahuan tentang mikroflora proteolitik di Indonesia serta membuka peluang komersialisasi enzim protease lokal.

  1. Clinical Outcome And Arginine Serum of Acute Ischemic Stroke Patients Supplemented by Snakehead Fish... doi.org/10.1088/1755-1315/116/1/012028Clinical Outcome And Arginine Serum of Acute Ischemic Stroke Patients Supplemented by Snakehead Fish doi 10 1088 1755 1315 116 1 012028
Read online
File size236.19 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test