UNRIUNRI

Jurnal Ilmu Ilmu KehutananJurnal Ilmu Ilmu Kehutanan

Michelia champaca L. merupakan spesies hutan tropis yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Karena ketersediaan lapisan atas tanah terbatas, subsoil menjadi media tanam alternatif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan enam tingkat komposisi media. Hasil menunjukkan media tanam memengaruhi peningkatan tinggi, berat basah, dan berat kering semai secara signifikan, serta diameter batang dan jumlah daun secara nyata, namun tidak berpengaruh pada panjang akar. Perlakuan K3 (75% subsoil 25% pupuk kandang sapi) dan K4 (75% subsoil 6,25% arang serbuk gergaji 18,75% pupuk kandang sapi) menghasilkan kinerja terbaik pada semua parameter, sedangkan K2 (75% subsoil 25% arang serbuk gergaji) menuruti performa. Temuan ini menunjukkan pentingnya kombinasi bahan organik dan fisik media tanam untuk optimasi pertumbuhan bambang lanang.

Perbedaan komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata pada tinggi, berat basah, dan berat kering semai, serta pada diameter dan jumlah daun, tetapi tidak signifikan pada panjang akar.Terdapat dua kombinasi media, K3 dan K4, yang paling optimal dalam meningkatkan semua parameter pertumbuhan semai bambang lanang.Kombinasi media dengan 25 % pupuk kandang sapi atau 18,75 % pupuk kandang sapi 6,25 % arang serbuk gergaji memberikan hasil terbaik, sedangkan kombinasi 25 % arang serbuk gergaji menghasilkan performa terendah.

1. Menguji dampak penggunaan biochar dari limbah kayu lokal pada kualitas media tanam subsoil serta efek jangka panjang pada pertumbuhan semai bambang lanang. 2. Mempelajari pengaruh variasi rasio C/N pada arang serbuk gergaji terhadap ketersediaan nitrogen dan pertumbuhan akar serta coches. 3. Menilai efisiensi kombinasi media K3 dan K4 dalam skala lahan rehabilitasi hutan, memperkirakan produktivitas biomassa dan kontribusi karbon. 4. Meneliti kesadaran petani lokal terhadap penggunaan media tanam alternatif dan kemampuan adaptasi terhadap subsoil. 5. Mengevaluasi interaksi media dengan dosis pupuk organik tambahan, termasuk pupuk kompos, untuk meningkatkan nutrisi dan mikroflora tanah. 6. Membandingkan pertumbuhan bambang lanang di subsoil dengan media hidroponik dalam kondisi terkontrol untuk menentukan batas optimal nutrisi. 7. Analisis biaya-manfaat penggunaan media K3 dan K4 dalam skala ekonomi pertanian hutan. 8. Mengidentifikasi potensi interaksi antara microfito-vegetatif dengan media yang berbeda untuk meningkatkan kesuburan tanah secara organik. 9. Mengembangkan indikator kinerja lingkungan untuk menilai dampak penggunaan media tanam terhadap kualitas air lokal. 10. Menyusun pedoman praktis bagi Satuan Kerja Hutan dalam penerapan media tanam optimal untuk reboisasi hutan tropis.

  1. Optimization of Using Cow's Manure Fertilizer at Different Rates on Growth and Production of Salvinia... jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak/article/view/41456Optimization of Using Cows Manure Fertilizer at Different Rates on Growth and Production of Salvinia jurnal unpad ac jurnalilmuternak article view 41456
  2. GDPR Consent Popup. seedlings growth evaluation shorea species producing tengkawang jurnal wasian main... doi.org/10.62142/9c1czv33GDPR Consent Popup seedlings growth evaluation shorea species producing tengkawang jurnal wasian main doi 10 62142 9c1czv33
Read online
File size527.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test