UMMIUMMI

Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP)Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian (JAPP)

Silase merupakan pakan yang di fermentasi dalam suatu wadah biasa silo ataupun plastik dengan proses anaerob. Tujuan kajian ini yaitu mengevaluasi pemberian pakan silase terubuk dengan yang diberi pakan rumput hijau terhadap peningktan bobot sapi di Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi. Kajian dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pengujian di laboratorium. Kajian ini menggunakan dua ekor sapi betina jenis PO (Peranakan ongole) atau sapi jawa umur 6 bulan dan 9 bulan, dengan diberi pakan 2 kali sehari berupa silase terubuk serta tidak diberi pakan tambahan lainnya. Tahapan kaji terap meliputi tahap eksperimen atau pembuatan silase terubuk dan observasi recording data berupa pencatatan pertumbuhan bobot sapi per minggu sebelum dan sesudah pemberian pakan silase terubuk. Bobot badan awal sapi sebagai patokan dari kajian ini. Hasil kajian menunjukan bahwa pakan perlakuan silase terubuk memberikan pengaruh kenaikan bobot sapi yang lebih baik dibandingkan rumput hijau. Bobot sapi mengalami peningkatan maksimal 6,15 kg perminggu atau 0,9 kg perhari.

Tanaman terubuk dapat dijadikan pakan silase dengan kualitas organoleptik baik dan palatabilitas tinggi, dengan memperhatikan waktu fermentasi dan adaptasi pemberian.Pemberian silase terubuk meningkatkan kenaikan bobot sapi secara signifikan dibandingkan rumput hijau.Peningkatan bobot mencapai maksimal 6,15 kg per minggu (0,9 kg per hari), meskipun faktor seperti manajemen pakan dan adaptasi dapat mempengaruhi pertumbuhan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki periode fermentasi optimal dan kombinasi bahan tambahan (seperti molase, dedak, atau probiotik) untuk meningkatkan kualitas organoleptik silase terubuk serta mengurangi pertumbuhan jamur. Kedua, dilakukan uji lapangan pada populasi ternak yang lebih besar, meliputi berbagai ras dan usia sapi, untuk menilai efek pemberian silase terubuk terhadap pertumbuhan berat badan, konsumsi pakan, dan kesehatan umum selama beberapa bulan. Ketiga, analisis biaya–manfaat serta skala produksi silase terubuk pada peternak kecil dapat dilakukan untuk menentukan kelayakan ekonomi, kebutuhan peralatan, dan tingkat adopsi teknologi di daerah dengan sumber limbah terubuk yang melimpah. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu memperluas pemahaman tentang potensi silase terubuk sebagai pakan alternatif yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas peternakan di wilayah tropis. Penelitian ini juga harus memperhatikan variabel lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang dapat mempengaruhi proses ensilase. Hasilnya diharapkan memberikan pedoman praktis bagi peternak dalam memproduksi dan memberi silase terubuk secara efektif. Dengan demikian, kontribusi ilmiah dan aplikatif dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan nasional.

Read online
File size375.04 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test