STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Tulisan ini membahas tentang konstruksi ataupun konsep tentang etika sufistik yang terdapat dalam salah satu karya al-Ghazali dalam kitab yang berjudul Minhaj al-Abidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dengan jelas bagaimana sebenarnya ajaran etika tasawuf (etika sufistik) al-Ghazali terutama yang terdapat dalam kitab Minhaj al-Abidin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu penulis memberikan gambaran dan menganalisis nilai-nilai atau dimensi-dimensi etika sufistik yang terkandung dalam kitab Minhaj al-Abidin. Penelitian ini berbasis pustaka (library research). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep etika sufistik yang dikemukakan oleh al-Ghazali dalam minhaj al-Abidin adalah tentang anjuran untuk mengendalikan hawa nafsu dan taubat sebagai jalan menuju Allah Swt. Etika sufistik yang digagas oleh al-Ghazali menjadi kajian yang sangat unik dan menarik ketika digunakan untuk melihat kondisi kekinian di Indonesia, melihat keterpurukan yang kian melanda disekitar kita tentang etika. Sehingga kajian ini menjadi alat pembantu untuk sedikit menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami bangsa.

Dari uraian yang terdahulu dapat ditarik kesimpulan bahwa Etika tasawuf (etika sufistik) merupakan pengejawentahan atau hasil dari sebuah cita-cita dari al-Ghazali itu sendiri yaitu perjalanan terakhir dalam karirnya sebagai seorang pemikir revolusioner dalam mengembangkan kajian keilmuan ke-Islaman yang mana didalamnya terdapat pembahasan pentingnya meninggalkan hawa nafsu dan jalan spiritualitas bagi manusia.Indonesia (sangat pluralistis), sebenarnya sudah mempunyai pedoman etis yang jika diamalkan maka akan sesuatu perbutan yang bersifat immoral (tidak bermoral).Selain korupsi yang memang menjadi isu besar kita, tetapi praktik-praktik immoralitas yang lain juga perlu diperhatikan.Sehingga berbangsa dan bernegara kita akan menjadi tauladan bagi bangsa-bangsa yang lain.Seharusnya ini dimulai dari moralitas para pemimpinya yang tentu saja akan menjadi panutan bagi rakyatnya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang konsep etika sufistik dalam kitab Minhaj al-Abidin, terutama dalam konteks Indonesia yang majemuk. Kedua, penelitian ini dapat dikembangkan dengan membandingkan konsep etika sufistik al-Ghazali dengan pemikiran etika dari tokoh-tokoh Islam lainnya, seperti Ibn Miskawaih atau Ibn Arabi. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada penerapan etika sufistik dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengatasi masalah-masalah moral yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

  1. PEMIKIRAN ETIKA SUFISTIK MENURUT AL-GHAZALI DALAM KITAB MINHAJ AL-‘ABIDIN: Etika Sufistik dalam... doi.org/10.35961/perada.v4i2.396PEMIKIRAN ETIKA SUFISTIK MENURUT AL GHAZALI DALAM KITAB MINHAJ AL AoABIDIN Etika Sufistik dalam doi 10 35961 perada v4i2 396
Read online
File size370.71 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test