UNIVMEDUNIVMED
Universa MedicinaUniversa MedicinaGonorrhea is the second most common sexually transmitted bacterial infection (STI), following Chlamydia. Neisseria gonorrhoeae resistant to antibiotics are increasing globally. In recent years, many studies have reported reduced susceptibility of N.gonorrhoeae to almost all clinically useful antibiotics and also reported cases of multi-resistance. Resistance mechanisms for N. gonorrhoeae can occur through genetic and non-genetic changes. Resistance to cefixime and azithromycin as first-line antibiotics for monotherapy recommended by the World Health Organization (WHO) has been reported from several countries. Genetic changes were reported as the main cause of N.gonorrhoeae resistance to cefixime and azithromycin. Based on the WHO and the United States Centers for Disease Control and Prevention recommendations, countries are increasingly using a combination of cephalosporin and azithromycin for the treatment of gonorrhea. The aim of this review is to analyze genetic variation of N.gonorrhoeae resistance to cefixime and azithromycin. Articles published in English in the last 12 years (from 2010 to 2021) were retrieved from Science Direct, PubMed, Springerlink, Oxford and Nature using relevant searching terms. Mutants of cefixime-resistant N.gonorrhoeae are mediated by mosaic and non-mosaic penA genes encoding penicillin binding protein 2. In addition, mutations in the repressor and promoter genes of mtrR were also found that caused overexpression of the microbial efflux pump. Meanwhile, N. gonorrhoeae resistance to azithromycin reportedly occurs through two strategies, namely overexpression of the efflux pump (mutation of the mtrR codon region) and decreased affinity for antibiotics (single base mutation in the 23S rRNA gene). With the limited choice of antibiotics for the management of N.gonorrhoeae, it is necessary to do regular surveillance for monitoring drug resistance. By understanding the mechanism of resistance, the use of these antibiotics can be rationally optimized.
Modifikasi protein target merupakan mekanisme utama resistensi N.gonorrhoeae terhadap azithromycin lebih dipengaruhi oleh overexpression pompa efflux.WHO merekomendasikan pemberian cefixime dan azithromycin untuk pengobatan gonore guna mengurangi angka resistensi.Pemahaman terhadap mekanisme resistensi ini penting untuk optimasi penggunaan antibiotik.
Berdasarkan pemahaman mekanisme resistensi antibiotik pada *Neisseria gonorrhoeae*, penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan strategi terapi baru yang dapat mengatasi resistensi ini. Salah satu ide penelitian adalah menguji efektivitas kombinasi antibiotik baru yang menargetkan jalur resistensi yang berbeda, misalnya kombinasi yang menghambat pompa efflux sekaligus mengganggu sintesis protein bakteri. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dan memvalidasi target obat baru pada *N. gonorrhoeae* yang belum terpengaruh oleh mekanisme resistensi yang ada, seperti protein yang berperan penting dalam pembentukan biofilm atau virulensi bakteri. Terakhir, studi epidemiologi yang komprehensif perlu dilakukan untuk memantau penyebaran gen resistensi dan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik pada *N. gonorrhoeae* di berbagai populasi, sehingga dapat dirumuskan strategi pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih efektif.
- Decreased susceptibility of Neisseria gonorrhoeae isolates from Switzerland to Cefixime and Ceftriaxone:... doi.org/10.1186/1471-2334-13-603Decreased susceptibility of Neisseria gonorrhoeae isolates from Switzerland to Cefixime and Ceftriaxone doi 10 1186 1471 2334 13 603
- 0. loading academic.oup.com/jac/article-lookup/doi/10.1093/jac/dku0260 loading academic oup jac article lookup doi 10 1093 jac dku026
- Genetic Characterization and Enhanced Surveillance of Ceftriaxone-Resistant Neisseria gonorrhoeae Strain,... doi.org/10.3201/eid2509.190407Genetic Characterization and Enhanced Surveillance of Ceftriaxone Resistant Neisseria gonorrhoeae Strain doi 10 3201 eid2509 190407
- Emergence of ceftriaxone-resistant Neisseria gonorrhoeae strains harbouring a novel mosaic penA gene... doi.org/10.1093/jac/dkz530Emergence of ceftriaxone resistant Neisseria gonorrhoeae strains harbouring a novel mosaic penA gene doi 10 1093 jac dkz530
| File size | 2.08 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IC MESIC MES Tujuan AS dalam melancarkan GWOT adalah untuk menakuti-nakuti publik dunia (politics of fear) sehingga negara-negara bersedia bergabung dalam berbagaiTujuan AS dalam melancarkan GWOT adalah untuk menakuti-nakuti publik dunia (politics of fear) sehingga negara-negara bersedia bergabung dalam berbagai
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Volume perdagangan saham di mature market berpengaruh terhadap volume perdagangan saham di emerging market. Perilaku investor di negara maju menjadi acuanVolume perdagangan saham di mature market berpengaruh terhadap volume perdagangan saham di emerging market. Perilaku investor di negara maju menjadi acuan
UNYUNY Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa universitas di Indonesia memiliki persepsi positif terhadap penerapan Flipped Classroom dalam kursus BahasaPenelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa universitas di Indonesia memiliki persepsi positif terhadap penerapan Flipped Classroom dalam kursus Bahasa
KHATECKHATEC Peningkatan ini mengonfirmasi efektivitas pelatihan plyometric sebagai metode untuk mengembangkan kemampuan fisik, terutama kecepatan, yang merupakan faktorPeningkatan ini mengonfirmasi efektivitas pelatihan plyometric sebagai metode untuk mengembangkan kemampuan fisik, terutama kecepatan, yang merupakan faktor
KHATECKHATEC A descriptive quantitative research design was employed, with a sample of 20 students selected from the program. The data were collected using a standardizedA descriptive quantitative research design was employed, with a sample of 20 students selected from the program. The data were collected using a standardized
UNIVMEDUNIVMED Sebanyak 25% wanita pada kelompok intervensi dan 35,71% pada kelompok kontrol mengalami tahap I panjang, sedangkan 21,43% wanita pada kelompok intervensiSebanyak 25% wanita pada kelompok intervensi dan 35,71% pada kelompok kontrol mengalami tahap I panjang, sedangkan 21,43% wanita pada kelompok intervensi
JOIVJOIV Data menunjukkan bahwa keputusan berdasarkan informasi dicapai secara terdistribusi dan kolaboratif, memungkinkan pelacakan yang dapat dipercaya dan cepat,Data menunjukkan bahwa keputusan berdasarkan informasi dicapai secara terdistribusi dan kolaboratif, memungkinkan pelacakan yang dapat dipercaya dan cepat,
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Proses pembelajaran dengan kedua model tersebut berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari pretest ke posttest. Namun, penerapanProses pembelajaran dengan kedua model tersebut berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari pretest ke posttest. Namun, penerapan
Useful /
IC MESIC MES Dalam artikel ini dibahas secara deskriptif kritikan Hātim al-Awnī terhadap berbagai asumsi takfirisme. Dalam paparannya, al-Awnī mengkritisi pembacaanDalam artikel ini dibahas secara deskriptif kritikan Hātim al-Awnī terhadap berbagai asumsi takfirisme. Dalam paparannya, al-Awnī mengkritisi pembacaan
IC MESIC MES Studi kasus yang diambil adalah rangkaian teror di Paris (2015) dan pengeboman di Manchester (2017) karena kedua kasus ini menjadi isu global yang melibatkanStudi kasus yang diambil adalah rangkaian teror di Paris (2015) dan pengeboman di Manchester (2017) karena kedua kasus ini menjadi isu global yang melibatkan
IC MESIC MES Dalam artikel ini penulis berusaha menjawab pertanyaan penelitian, benarkah agama telah mendorong kelompok-kelompok teroris untuk melancarkan aksi-aksiDalam artikel ini penulis berusaha menjawab pertanyaan penelitian, benarkah agama telah mendorong kelompok-kelompok teroris untuk melancarkan aksi-aksi
KKPKKP Perlakuan dilakukan dengan tiga dosis sGnRHa yaitu 0,1 (OV-1), 0,2 (OV-2), dan 0,3 (OV-3) mL/kg berat udang dan kontrol adalah ablasi mata. sGnRHa diberikanPerlakuan dilakukan dengan tiga dosis sGnRHa yaitu 0,1 (OV-1), 0,2 (OV-2), dan 0,3 (OV-3) mL/kg berat udang dan kontrol adalah ablasi mata. sGnRHa diberikan