UNRIUNRI

Jurnal Ilmu Ilmu KehutananJurnal Ilmu Ilmu Kehutanan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman flora dan fauna di hutan mangrove Desa Bagan Barat, Kabupaten Rokan Hilir. Vegetasi dievaluasi menggunakan metode transek dan nested sampling pada 30 plot dengan intensitas sampling 1,5 %, sedangkan fauna disurvei melalui observasi langsung dan tidak langsung. Struktur vegetasi dinilai dengan Indeks Nilai Penting (IVI), indeks keanekaragaman Shannon‑Wiener (H′), indeks dominansi Simpson (D), dan indeks kesejajaran Pielou (E). Vegetasi mangrove terdiri dari tiga spesies dominan, yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, dan Acanthus ilicifolius. Indeks keanekaragaman vegetasi berkisar antara 0,915‑1,032 (rendah hingga sedang), sementara indeks kesejajaran berada pada rentang 0,833‑0,939, yang menunjukkan distribusi individu yang relatif seragam. Avicennia marina menunjukkan IVI tertinggi pada semua tahapan pertumbuhan. Sebanyak 15 spesies fauna tercatat dengan H′ sebesar 1,982 (sedang), E sebesar 0,751, dan D sebesar 0,812. Temuan ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove tetap stabil secara ekologi dan mendukung keberagaman flora serta fauna.

Hutan Mangrove di Kelurahan Bagan Barat, Kabupaten Rokan Hilir, terdiri dari tiga spesies vegetasi utama (Avicennia marina, Avicennia alba, Acanthus ilicifolius) dengan indeks keanekaragaman flora (H) berkisar 0,915–1,032 dan tingkat kemerataan tinggi (E 0,833–0,939), menunjukkan distribusi individu yang relatif merata.Spesies Avicennia marina memiliki nilai INP tertinggi pada semua tingkatan pertumbuhan, sehingga menjadi komponen paling dominan dalam struktur komunitas mangrove.Dari 15 jenis fauna yang teridentifikasi, indeks keanekaragaman fauna (H) sebesar 1,982 menandakan kategori sedang dengan kemerataan (E) 0,751 dan tingkat dominansi yang tidak terlalu tinggi.

Penelitian lanjutan dapat memanfaatkan plot tetap dan citra satelit untuk memantau perubahan temporal keanekaragaman flora dan fauna selama periode yang lebih panjang, guna mengidentifikasi tren jangka panjang dan respons ekosistem terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan kamera trap dan perangkat akustik otomatis secara terintegrasi dapat meningkatkan deteksi spesies nocturnal atau tersembunyi, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang struktur komunitas fauna. Selanjutnya, studi komparatif antara area yang terpengaruh oleh aktivitas manusia (seperti penebangan, perubahan penggunaan lahan, atau pembangunan infrastruktur) dengan area yang relatif tidak terganggu dapat menilai dampak antropogenik terhadap keanekaragaman dan fungsi ekosistem mangrove, serta memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan konservasi yang lebih efektif.

  1. Analisis Kondisi Kesehatan Ekosistem Mangrove Di Pantai Takari Kabupaten Bangka | Farhaby | Bioma : Berkala... doi.org/10.14710/bioma.24.2.147-154Analisis Kondisi Kesehatan Ekosistem Mangrove Di Pantai Takari Kabupaten Bangka Farhaby Bioma Berkala doi 10 14710 bioma 24 2 147 154
  2. Deep learning‐based ecological analysis of camera trap images is impacted by training data... doi.org/10.1002/rse2.70052Deep learningyAAAabased ecological analysis of camera trap images is impacted by training data doi 10 1002 rse2 70052
  3. Vol 7 No 1 (2021) | Journal of Marine and Aquatic Sciences. vol journal marine aquatic sciences skip... ojs.unud.ac.id/index.php/jmas/issue/view/3956Vol 7 No 1 2021 Journal of Marine and Aquatic Sciences vol journal marine aquatic sciences skip ojs unud ac index php jmas issue view 3956
Read online
File size1.28 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test