STIESULTANAGUNGSTIESULTANAGUNG

Strategic: Journal of Management SciencesStrategic: Journal of Management Sciences

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan, Pengambilan Keputusan, dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Kantor Radio Republik Indonesia, Kota Padang. Metode Penelitian. Variabel penelitian adalah Budaya Organisasi (X1), Perilaku Kepemimpinan (X2), Pengambilan Keputusan (X3), Profesionalisme Kerja (X4), dan Kinerja Karyawan sebagai variabel (Y). Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dan penyebaran kuesioner dengan sampel 85 responden. Hasil. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan, Pengambilan Keputusan, dan Profesionalisme Kerja terhadap kinerja karyawan. Kesimpulan. Kinerja karyawan akan meningkat jika dapat meningkatkan Perilaku Kepemimpinan melalui peningkatan kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memotivasi, keterampilan komunikasi, kemampuan mengendalikan bawahan, dan tanggung jawab. Kinerja karyawan juga akan meningkat jika dapat meningkatkan Pengambilan Keputusan melalui peningkatan tujuan, identifikasi alternatif, mempertimbangkan faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya, serta membutuhkan sarana untuk mengukur hasil yang dicapai. Selain itu, kinerja karyawan akan meningkat jika dapat meningkatkan Profesionalisme Kerja dengan meningkatkan kemampuan, kualitas, sarana dan prasarana, jumlah sumber daya manusia, dan keandalan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan, Pengambilan Keputusan, dan Profesionalisme Kerja masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Radio Republik Indonesia Kota Padang.Secara parsial, setiap variabel independen menunjukkan signifikansi yang kuat dalam meningkatkan kinerja karyawan.Lebih lanjut, keempat faktor tersebut secara bersama-sama juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, menegaskan pentingnya integrasi faktor-faktor ini untuk mencapai kinerja optimal.

Untuk memperkaya pemahaman mengenai peningkatan kinerja karyawan, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja karyawan, khususnya untuk menjelaskan 18,5% varians yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Identifikasi variabel-variabel seperti lingkungan kerja fisik, sistem remunerasi, program pengembangan karir, atau tingkat stres kerja dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Selain itu, mengingat sifat kuantitatif penelitian ini, studi lanjutan dengan pendekatan kualitatif atau metode campuran akan sangat bermanfaat. Pendekatan ini bisa fokus pada bagaimana dinamika internal Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan, Pengambilan Keputusan, dan Profesionalisme Kerja secara nyata memengaruhi pengalaman dan produktivitas karyawan dari sudut pandang mereka sendiri. Misalnya, wawancara mendalam atau fokus grup dapat mengungkap nuansa interaksi dan persepsi yang membentuk kinerja sehari-hari. Selanjutnya, untuk menguji daya generalisasi temuan, penelitian dapat diperluas ke lembaga penyiaran publik lain atau instansi pemerintah serupa di berbagai wilayah. Studi komparatif semacam ini dapat mengidentifikasi apakah ada perbedaan signifikan dalam pengaruh faktor-faktor tersebut di konteks organisasi yang berbeda, atau apakah karakteristik unik RRI Padang memoderasi hubungan yang ditemukan. Dengan demikian, kita dapat memperoleh rekomendasi yang lebih kontekstual dan adaptif untuk pengembangan sumber daya manusia secara luas.

Read online
File size599.56 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test