STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

AmareAmare

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk pemahaman dan pengetahuan guru Pendidikan Agama Katolik dalam menyusun instrumen soal tes sesuai dengan ajaran Agama Katolik. Hal ini dikarenakan guru Pendidikan Agama Katolik menghadapi kendala dalam penyusunan soal. Setelah kegiatan pengabdian diharapkan guru Pendidikan Agama Katolik dapat menyusun soal sesuai dengan indikator pencapaian. Kegiatan pelatihan penyusunan soal untuk guru Pendidikan agama Katolik dilakukan di Kabupaten Bengkayang, yang terletak di sebelah utara Provinsi Kalimantan Barat. Metode strategi pengabdian yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang melibatkan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap penggunaan metode ini meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan mengkaji pembelajaran. Evaluasi kegiatan didasarkan pada hasil kinerja peserta pelatihan, yaitu soal tes yang telah disusun oleh guru Pendidikan Agama Katolik. Selain itu, juga dilakukan evaluasi menggunakan angket sebagai penilaian pelaksanaan kegiatan PKM oleh guru-guru Pendidikan Agama Katolik.

Kegiatan PKM pelatihan pembuatan instrumen soal tes yang ditujukan ke Guru-guru Agama Katolik di Kab.Soal yang dibuat oleh guru-guru diharapkan dapat digunakan dalam ulangan harian, ujian tengah semester, maupun ujian akhir semester.Guru-guru juga diharapkan sudah dapat membuat soal yang baik dan benar dengan mandiri, tidak hanya mengambil dari buku atau internet.Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan PKM, mayoritas peserta merasa puas terhadap kegiatan pelatihan dan berharap diadakan kegiatan sejenis secara berkala.Para peserta juga terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan.Kegiatan ini juga tidak lepas dari beberapa kendala, seperti waktu yang terbatas, sehingga hanya mampu memfokuskan pada satu bentuk evaluasi pembelajaran, yaitu bentuk pilihan ganda.Masih banyak bentuk evaluasi pembelajaran yang dapat dibahas ke depan untuk dijadikan pelatihan, seperti soal uraian maupun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara tes pilihan ganda dan tes uraian dalam mengukur hasil belajar kognitif siswa. Selain itu, dapat juga dikembangkan pelatihan yang berfokus pada penyusunan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi dampak pelatihan ini terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah-sekolah, serta mengukur efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal yang bermakna dan sesuai dengan standar kurikulum.

Read online
File size546.99 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test