AKFARPRAYOGAAKFARPRAYOGA

JAFPJAFP

Pemberian antibiotik secara intravena memiliki risiko inkompatibilitas ketika dicampur atau diberikan bersamaan melalui satu jalur infus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil inkompatibilitas antibiotik intravena pada pasien rawat inap di RS Pekalongan periode Mei-Juli 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif non-analitik dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis, catatan pemberian obat, serta wawancara dengan tenaga farmasi dan perawat. Sebanyak 37 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya inkompatibilitas antara ceftriaxone dengan larutan Ringer Laktat, KCl, ketorolac, CaCO₃, dan gentamisin. Dapat disimpulkan bahwa risiko inkompatibilitas intravena cukup tinggi dan diperlukan pemantauan serta pedoman pencampuran yang lebih ketat untuk meningkatkan keamanan terapi pasien.

Profil inkompatibilitas antibiotik secara intravena menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin generasi ketiga, seperti ceftriaxone, cefotaxime, dan ceftazidime.Hasil observasi menunjukkan adanya interaksi inkompatibilitas yang signifikan ketika antibiotik-antibiotik ini diberikan bersamaan dengan beberapa larutan atau obat lain dalam satu jalur intravena.Jenis inkompatibilitas yang paling sering terjadi adalah antara ceftriaxone dengan larutan Ringer Laktat, KCl, ketorolac, CaCO₃, dan gentamisin, yang termasuk dalam kategori inkompatibilitas fisik dan kimia.

Untuk meningkatkan keamanan terapi pasien, diperlukan pemantauan dan pedoman pencampuran yang lebih ketat. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan pedoman pencampuran yang lebih spesifik dan terstandarisasi, serta mengeksplorasi alternatif rute pemberian obat untuk mengurangi risiko inkompatibilitas. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pelatihan bagi tenaga kesehatan tentang potensi inkompatibilitas dan cara-cara untuk mencegahnya. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode flush dalam mencegah inkompatibilitas intravena.

  1. "Evaluasi Penggunaan Sediaan Farmasi Intravena Untuk Penyakit Infeksi P" by Emma Surahman,... doi.org/10.7454/psr.v5i1.3416Evaluasi Penggunaan Sediaan Farmasi Intravena Untuk Penyakit Infeksi P by Emma Surahman doi 10 7454 psr v5i1 3416
Read online
File size255.45 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test