BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL

BMJBMJ

Diabetes melitus tipe 2 melampaui batas kesehatan global, dan kombinasi dengan penyakit COVID‑19 meningkatkan risiko klinis. Penyakit ini memperburuk respons imun dan mendorong kondisi inflamasi kronis, yang berpotensi memperburuk kerusakan organ sistemik. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan penanda laboratorium dan profil klinis pasien terinfeksi COVID‑19 berjenis diabetes tipe 2 dengan pasien non‑diabetes di sebuah rumah sakit di Riyadh, Arab Saudi. Metodologi melibatkan analisis retrospektif medical records 239 pasien rawat inap. Hasil menunjukkan bahwa pasien diabetes lebih tua, sering mengalami batuk, taksepnea, dan sesak napas. Komorbiditas hipertensi dan dislipidemia lebih prevalent pada kelompok diabetes. Laboratorium menunjukkan nilai creatinine, BUN, LDH, CRP, dan fibrinogen yang lebih tinggi, mencerminkan inflamasi dan kegagalan organ yang lebih berat. Kesimpulan menegaskan perlunya evaluasi risiko awal, monitoring ketat penanda inflamasi dan fungsi ginjal, serta pengelolaan glikemik yang agresif untuk menurunkan komplikasi pada pasien diabetes tipe 2 yang terinfeksi COVID‑19.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang terinfeksi COVID‑19 memiliki profil klinis dan laboratorium yang berbeda dibandingkan pasien non‑diabetes, termasuk usia lebih tua, gejala batuk, taksepnea, dan sesak napas yang lebih sering, serta prevalensi hipertensi dan dislipidemia yang lebih tinggi.Nilai penanda inflamasi dan kerusakan organ, seperti kreatinin, BUN, LDH, CRP, dan fibrinogen, juga lebih tinggi pada kelompok diabetes, menandakan potensi komplikasi yang lebih berat.Hasil ini menekankan pentingnya penilaian risiko awal, pemantauan ketat penanda inflamasi dan fungsi ginjal, serta pengelolaan glikemik yang terfokus untuk mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan hasil klinis pada pasien diabetes tipe 2 yang terinfeksi COVID‑19.

Berdasarkan temuan, penelitian lanjutan dapat meneliti apakah intervensi glikemik agresif selama rawat inap dapat mengurangi tingkat inflamasi pada pasien diabetes tipe 2 yang terinfeksi COVID‑19. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi peran profil lipid sebagai predictor tingkat keparahan penyakit dan kebutuhan intervensi lipid kontrol. Akhirnya, disarankan penelitian longitudinal yang meneliti dampak jangka panjang infeksi COVID‑19 pada fungsi ginjal dan kardiovaskular pada pasien diabetik, guna menilai kebutuhan monitoring dan pencegahan komplikasi kronis di masa depan.

  1. 0. loading academic.oup.com/toxres/article/doi/10.1093/toxres/tfae045/76348050 loading academic oup toxres article doi 10 1093 toxres tfae045 7634805
  2. Factors leading to high morbidity and mortality of COVID‐19 in patients with type 2 diabetes.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1753-0407.13085Factors leading to high morbidity and mortality of COVIDyAAAa19 in patients with type 2 diabetes onlinelibrary wiley doi 10 1111 1753 0407 13085
  3. Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus. type diabetes mellitus next article journal indirect trimethoprim... doi.org/10.3390/ijms21176275Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus type diabetes mellitus next article journal indirect trimethoprim doi 10 3390 ijms21176275
  4. Relationship between obesity and severe COVID‐19 outcomes in patients with type 2 diabetes: Results... doi.org/10.1111/dom.14228Relationship between obesity and severe COVIDAa19 outcomes in patients with type 2 diabetes Results doi 10 1111 dom 14228
  5.  . 0 mdpi.com/2227-9059/14/2/332A 0 mdpi 2227 9059 14 2 332
Read online
File size307.77 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test