STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF

Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja

Luka kaki diabetes rentan akan terjadinya infeksi luka. Infeksi timbul adanya kolonisasi mikroorganisme di permukaan luka. Infeksi juga terjadi adanya jaringan mati, eksudat berlebihan, dan kolonisasi bakteri. Upaya mengatasi luka inflamasi/infeksi dengan manajemen inflamasi/infeksi menggunakan Langkah TIMERS (Tissue management, Infection/Inflammation, Moisture balance, Epithelization advancement/edge, Repair and regeneration, social factors) melibatkan pelaku rawat. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen inflamasi/infeksi dengan Langkah TIMERS pada klien luka kaki diabetes melibatkan pelaku rawat. Desain penelitian yaitu studi kasus, dilaksanakan pada tiga orang klien dengan luka kaki diabetes dari pemeriksaan gula dalam darah sewaktu memenuhi kriteria diabetes mellitus, luka stadium III dan IV berwarna granulasi, slough dan adanya tanda inflamasi/infeksi dirawat dengan Langkah TIMERS melibatkan cargiver yang dilatih mengindentifikasi kebutuhan perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan luka modern dengan manajemen inflamasi/infeksi dengan Perawatan dengan TIMERS terdiri dari tiga tahapan yaitu mencuci luka dengan cairan antiseptic, membuang jaringan mati dengan mekanikal dan autolysis debridemen dan memilih balutan sesuai kondisi luka yang bersifat antimikroba untuk mencegah dan menangani luka inflamasi dan infeksi. Pemahaman pelaku rawat baik terhadap proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini menyimpulkan bahwa manajemen inflamasi/infeksi dengan Langkah TIMERS melibatkan pelaku rawat dalam mengidentifikasi faktor penghambat penyembuhan luka dapat mempercepat perbaikan integritas kulit/jaringan.

Manajemen inflamasi/infeksi pada luka kaki diabetes dengan penerapan TIMERS pada luka inflamasi/infeksi pada luka kaki diabetes mempercepat penyembuhan luka klien I dari 8 minggu ke 5 minggu, klien II dari 6 minggu ke 3 minggu, klien III dari 5 minggu ke 3 minggu, menurunkan inflamasi/infeksi lebih cepat dengan perubahan skor WIFi, yaitu klien I WIFi skor 5 menjadi 1, klien II WIFi skor 3 menjadi 1, klien III WIFi skor 3 menjadi 1.Asuhan dengan melibatkan perawat dan keluarga dengan baik dalam mengontrol factor yang mempengaruhi penyembuhan luka dan factor dari pasien sangat diperlukan, sehingga dapat mencapai tujuan perawatan luka yaitu integritas kulit dan jaringan membaik.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi eksperimental dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk menilai efektivitas penerapan TIMERS pada luka inflamasi/infeksi. Selain itu, perlu dikembangkan panduan standar dalam menangani luka kaki diabetes dengan inflamasi/infeksi, yang disesuaikan dengan kondisi luka. Pelibatam caregiver dalam perawatan luka dapat meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam support perawatan, sehingga penting untuk melibatkan caregiver dalam mengawasi, support, dan mengkoordinasi perawatan luka bagi klien.

Read online
File size861.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test