GAES EDUGAES EDU

JPLEDJPLED

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan penulis di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang yang menunjukkan komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang yang dilihat dari aspek komunikasi vertikal, komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif yang populasi penelitiannya adalah seluruh pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang yang sebanyak 83 orang. Sampel penelitian berjumlah 46 orang yang ditarik menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dalam bentuk skala Likert yang telah valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa, komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, didapatkan hasil sebagai berikut: 1) komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang yang dilihat dari komunikasi vertikal berada pada kategori baik, yaitu pada rata-rata 3,71. 2) Komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang yang dilihat dari komunikasi horizontal berada pada kategori cukup baik, yaitu pada rata-rata 3,49. 3) Komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang yang dilihat dari komunikasi diagonal berada pada kategori cukup baik, yaitu pada rata-rata 3,57. Secara keseluruhan komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang berada pada ketegori cukup baik, yaitu pada rata-rata 3,59. Artinya persepsi pegawai cukup baik terhadap komunikasi internal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang.

Penelitian menunjukkan bahwa persepsi pegawai terhadap komunikasi internal vertikal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 3,71.Sementara persepsi terhadap komunikasi horizontal dan diagonal masing‑masing berada pada kategori cukup dengan rata-rata skor 3,49 dan 3,57.Secara keseluruhan, persepsi terhadap komunikasi internal di Dinas tersebut berada pada kategori cukup dengan rata‑rata keseluruhan 3,59.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana program pelatihan komunikasi dapat meningkatkan efektivitas komunikasi vertikal antara pimpinan dan bawahan di Dinas Pemuda dan Olahraga. Apakah penggunaan platform digital seperti aplikasi kolaborasi dapat memperbaiki kualitas komunikasi horizontal dan diagonal di lingkungan organisasi publik? Penelitian komparatif antara beberapa kota dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kontekstual yang mempengaruhi persepsi pegawai terhadap komunikasi internal. Penelitian ini juga dapat menelaah peran kepemimpinan transformasional dalam menciptakan iklim komunikasi yang terbuka dan partisipatif. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati perubahan persepsi pegawai setelah intervensi komunikasi diterapkan selama periode tertentu. Analisis biaya‑manfaat dari investasi teknologi komunikasi dapat memberikan insight bagi pembuat kebijakan. Akhirnya, penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dapat mengungkap hambatan budaya organisasi yang menghalangi komunikasi efektif. Ketiga pertanyaan penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kinerja organisasi publik.

Read online
File size281.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test