UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiDi Jakarta, individu dewasa muda berstatus lajang menunjukkan tingkat kesepian yang cukup tinggi. Individu yang merasa kesepian cenderung mencari dukungan emosional untuk memenuhi kebutuhan afektif mereka, salah satunya adalah dengan membangun hubungan bersama hewan peliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda berusia 18-30 tahun, berstatus lajang, dan telah memelihara hewan peliharaan minimal tiga tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive non-probability sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah The Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) untuk mengukur pet attachment dan University of California Los Angeles (UCLA) Loneliness Scale versi 3 untuk mengukur kesepian. Analisis data terhadap 247 responden menunjukkan hasil r = -0.091 (p = 0.156), yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pet attachment dengan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pet attachment tidak mampu menghilangkan rasa kesepian pada individu dewasa muda lajang.
Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis yang diajukan peneliti mengenai hubungan pet attachment dengan kesepian ditolak.Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan berstatus lajang di Jakarta.Pet attachment dapat mempengaruhi tingkat kesepian secara berbeda-beda, beberapa individu dapat tetap merasakan kesepian, sementara individu lain tidak merasakannya.Mayoritas partisipan penelitian ini memiliki tingkat pet attachment dan kesepian berkategori tinggi.Jenis hewan berpengaruh pada hasil ini, pemilik hewan kelinci memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan pemilik ikan menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Perempuan cenderung memiliki pet attachment lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun laki-laki lebih cenderung mengalami kesepian.Berdasarkan usia, pet attachment tertinggi ditemukan pada usia 30 tahun, sedangkan kesepian tertinggi pada usia 19 tahun.Selain itu, berdasarkan domisili, Jakarta Barat memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Durasi lama memelihara hewan selama 9 tahun dikaitkan dengan pet attachment dan kesepian yang paling tinggi.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pet attachment tidak dapat dijadikan faktor utama untuk mengurangi kesepian pada dewasa muda lajang di Jakarta.Meskipun memiliki keterikatan kuat dengan hewan peliharaan, individu lajang tetap dapat merasa kesepian karena kurangnya hubungan emosional mendalam yang hanya dapat diperoleh melalui interaksi manusia, seperti komunikasi verbal, berbagi pengalaman, dan keintiman emosional.Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya mengeksplorasi lebih mendalam mengenai hubungan antara karakteristik individu pemilik, jenis hewan peliharaan, serta faktor lingkungan dengan kesejahteraan psikologis.
Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda lajang. Penelitian ini dapat berfokus pada karakteristik individu pemilik, seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang sosial, serta jenis hewan peliharaan yang dimiliki. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam mengurangi kesepian pada individu lajang. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana dukungan sosial dari teman, keluarga, atau komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu lajang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi kesepian pada individu lajang. Intervensi ini dapat mencakup dukungan interaksi sosial pemilik hewan, edukasi mengenai manfaat memelihara jenis hewan tertentu, atau program-program yang mendorong interaksi sosial dan membangun hubungan emosional yang lebih mendalam. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian, serta mengembangkan intervensi yang efektif, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda lajang di Jakarta.
- The Impact of Pets on Human Health and Psychological Well-Being - Harold Herzog, 2011. impact pets human... doi.org/10.1177/0963721411415220The Impact of Pets on Human Health and Psychological Well Being Harold Herzog 2011 impact pets human doi 10 1177 0963721411415220
- Attachment to pets and interpersonal relationships: Can a four-legged friend replace a two-legged one?... doi.org/10.5334/jeps.aoAttachment to pets and interpersonal relationships Can a four legged friend replace a two legged one doi 10 5334 jeps ao
| File size | 320.43 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PSEBPSEB Namun, masih terdapat kendala berupa kurangnya inovasi, pengetahuan teknis dalam mengurangi kandungan sianida, serta terbatasnya akses pasar bagi produkNamun, masih terdapat kendala berupa kurangnya inovasi, pengetahuan teknis dalam mengurangi kandungan sianida, serta terbatasnya akses pasar bagi produk
UNTARUNTAR Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentuPsychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu
UNTARUNTAR Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Smartphone Addiction Scale - Short Version (SAS-SV) Indonesian Version dan Indonesian Well-Being Scale.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Smartphone Addiction Scale - Short Version (SAS-SV) Indonesian Version dan Indonesian Well-Being Scale.
UNTARUNTAR Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman tentang peran self-compassion dalam kesejahteraan individu, serta menjadiPenelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman tentang peran self-compassion dalam kesejahteraan individu, serta menjadi
UNTARUNTAR Pemilihan responden dilakukan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini merupakan 203 siswa SMA dan sederajat yang mengikuti bimbingan belajar.Pemilihan responden dilakukan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini merupakan 203 siswa SMA dan sederajat yang mengikuti bimbingan belajar.
UNTARUNTAR Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusiPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi
UNTARUNTAR Selain itu tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dan umur karyawan senior dalam hal kepuasan pekerjaannya. Saran penelitian berikutnya agarSelain itu tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dan umur karyawan senior dalam hal kepuasan pekerjaannya. Saran penelitian berikutnya agar
PSEBPSEB Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan seperti akuntansi, pajak dan kewirausahaan sehingga santri akan dapat bersaingPengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan seperti akuntansi, pajak dan kewirausahaan sehingga santri akan dapat bersaing
Useful /
PSEBPSEB Adapun tujuannya yaitu untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Kp. Panggang. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 orang masyarakat dan melibatkan 2 mahasiswaAdapun tujuannya yaitu untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Kp. Panggang. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 orang masyarakat dan melibatkan 2 mahasiswa
PSEBPSEB Pelaku usaha UMKM seringkali menghadapi sejumlah permasalahan multidimensi yang menandakan bahwa UMKM mempunyai berbagai permasalahan yang kompleks. HalPelaku usaha UMKM seringkali menghadapi sejumlah permasalahan multidimensi yang menandakan bahwa UMKM mempunyai berbagai permasalahan yang kompleks. Hal
UNTARUNTAR , 2013). Employability adalah tentang memiliki kemampuan untuk memperoleh pekerjaan awal, mempertahankan pekerjaan dan memperoleh pekerjaan baru apabila, 2013). Employability adalah tentang memiliki kemampuan untuk memperoleh pekerjaan awal, mempertahankan pekerjaan dan memperoleh pekerjaan baru apabila
UNTARUNTAR Resiliensi adalah kemampuan individu dalam mengembalikan diri dari kondisi yang buruk menuju kondisi yang lebih baik (Luthans 2002). Alat ukur yang digunakanResiliensi adalah kemampuan individu dalam mengembalikan diri dari kondisi yang buruk menuju kondisi yang lebih baik (Luthans 2002). Alat ukur yang digunakan