ITSCIENCEITSCIENCE

Journal of AgricultureJournal of Agriculture

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak pengetahuan kewirausahaan terhadap minat kewirausahaan mahasiswa, dengan efikasi diri sebagai variabel mediasi. Fokus penelitian ini adalah pada mahasiswa yang telah menyelesaikan Proyek Usaha Mandiri (PUM) di sektor pertanian di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan metode survei, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling tahap berganda. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan model persamaan struktural Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap efikasi diri (p-value = 0,000), yang menunjukkan bahwa penguasaan konten operasional, pemasaran, dan keuangan memberikan dasar kognitif bagi mahasiswa untuk menilai kemampuan mereka sendiri dalam mengelola usaha. Selain itu, efikasi diri juga ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat kewirausahaan (p-value = 0,000), yang menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan pribadi menjadi penggerak psikologis utama dalam memilih jalur karier kewirausahaan. Uji mediasi mengonfirmasi bahwa efikasi diri memainkan peran signifikan sebagai jembatan kognitif (p-value = 0,000) yang menghubungkan pengetahuan kewirausahaan dengan minat kewirausahaan. Model menghasilkan nilai Q-square sebesar 0,69, yang menunjukkan relevansi prediktif sebesar 69%. Penelitian ini menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, seperti kursus PUM, lebih efektif dalam membentuk persepsi kompetensi pribadi dibandingkan metode berbasis kuliah tradisional. Institusi pendidikan tinggi disarankan untuk terus memperkuat metodologi pembelajaran berbasis lapangan dan menyediakan infrastruktur pendukung, seperti inkubator bisnis, untuk mengurangi persepsi risiko keuangan dan memperkuat kesiapan mental mahasiswa untuk usaha kewirausahaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri mahasiswa.Ini menunjukkan bahwa penguasaan konten operasional, pemasaran, dan keuangan memberikan dasar kognitif yang kuat bagi mahasiswa untuk menilai kemampuan mereka sendiri dalam mengelola bisnis.Penelitian ini juga memberikan bukti empiris bahwa efikasi diri berfungsi sebagai jembatan kognitif atau variabel mediasi yang signifikan antara pengetahuan kewirausahaan dan minat kewirausahaan.Pengetahuan tidak secara otomatis diterjemahkan menjadi minat tanpa proses internalisasi yang membentuk keyakinan terhadap kompetensi pribadi.Institusi pendidikan tinggi disarankan untuk terus mengadopsi dan memperkuat metodologi pembelajaran berbasis pengalaman.Fokus pendidikan tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan teknis, tetapi juga dirancang secara eksplisit untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa melalui praktik lapangan yang autentik.Dengan peran penting efikasi diri, dosen dan pendidik dianjurkan untuk memberikan intervensi pedagogis yang mendukung, seperti memberikan umpan balik konstruktif, memfasilitasi pembelajaran vicarious melalui model peran dan contoh, serta menciptakan peluang untuk pengalaman penguasaan enaktif di mana mahasiswa berhasil mengelola unit bisnis mereka.Institusi pendidikan tinggi juga perlu menyediakan infrastruktur pendukung seperti inkubator bisnis.Keberadaan fasilitas ini penting untuk meringankan kekhawatiran mahasiswa tentang risiko keuangan dan ketidakpastian pasar, sekaligus memperkuat kesiapan mental mereka untuk memulai usaha.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan variabel dengan memasukkan faktor psikologis lainnya, seperti motivasi intrinsik, semangat kewirausahaan, dan kreativitas. Selain itu, studi yang melibatkan rentang demografis mahasiswa yang lebih luas atau lintas disiplin akademik dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika di balik minat kewirausahaan. Penelitian ini menekankan pentingnya efikasi diri dalam pendidikan kewirausahaan dan pelatihan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan saja tidak cukup jika tidak disertai dengan penguatan keyakinan diri melalui pengalaman penguasaan enaktif, pembelajaran vicarious, persuasi verbal, dan manajemen keadaan fisiologis positif. Oleh karena itu, intervensi pedagogis yang dirancang untuk meningkatkan minat kewirausahaan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun efikasi diri siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan pemberian umpan balik konstruktif. Pengetahuan, efikasi diri, dan minat membentuk rantai sebab-akibat yang saling memperkuat, di mana pengetahuan berfungsi sebagai fondasi, efikasi diri sebagai jembatan motivasi, dan minat sebagai manifestasi dorongan internal untuk terus terlibat dan mencapai dalam bidang yang ditekuni.

  1. Mediating Effect of Technological Enablement on Entrepreneurial Adoption among Students in Higher Education:... ejournal.upsi.edu.my/index.php/IBEJ/article/view/6809Mediating Effect of Technological Enablement on Entrepreneurial Adoption among Students in Higher Education ejournal upsi edu my index php IBEJ article view 6809
  2. PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN KREATIVITAS TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI EFIKASI DIRI SEBAGAI... doi.org/10.61722/jirs.v3i1.8599PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN KREATIVITAS TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI EFIKASI DIRI SEBAGAI doi 10 61722 jirs v3i1 8599
Read online
File size294.17 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test