UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Budaya sekolah merupakan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di sekolah yang menyesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Budaya sekolah sangat berpengaruh pada karakter siswa sehingga budaya posistif harus diaplikasikan dalam setiap tingkat laku dan perbuatan siswa.Budaya sekolah yang sudah termanajemen dengan baik akan menjadi nilai plus dari sebuah lembaga/ sekolah. Apabila Budaya Positif diberlakukan dan sudah diaplikasikan dengan baik, maka akan meminimalisir kenakalan remaja. Karena budaya tersebut sudah menjadi karakter positif siswa. Tim PKM dalam hal ini melakukan pengabdian di SMP dan SMA Islam Nabilah, Batam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan atau manajemen Budaya Sekolah yang diberlakukan di sekolah. Kegiatan PKm ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan Budaya Sekolah Dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja. Kegiatan PKM diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA Islam Nabilah, sejumlah 200 siswa, dan 36 guru. Sedang Tim PKM dari kampus yang turun merupakan kolaborasi dari prodi Manajemen, Psikologi dan Ilmu Kesehatan Universitas Batam.

Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Batam, melibatkan tiga program studi (Manajemen, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan), berhasil mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.Hasilnya menunjukkan bahwa manajemen budaya di SMP dan SMA telah dilaksanakan dengan baik, namun masih memerlukan konsistensi seluruh warga sekolah.Selain itu, budaya sekolah terbukti menjadi indikator penting dalam pembentukan karakter siswa serta program efektif untuk meminimalisir kenakalan remaja pada tingkat SMP dan SMA.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana program pendampingan guru‑mentor yang terstruktur mempengaruhi konsistensi pelaksanaan Budaya Sekolah di SMP dan SMA, serta sejauh mana hal tersebut meningkatkan kepatuhan siswa terhadap nilai‑nilai positif. Selain itu, studi kuantitatif dapat menilai efektivitas kerangka kerja reward‑punishment yang terstandarisasi dalam mengubah perilaku siswa dan memperkuat persepsi mereka terhadap Budaya Sekolah. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua dalam menyamakan persepsi antara siswa, guru, dan pihak sekolah mengenai Budaya Sekolah, serta dampaknya terhadap penurunan kenakalan remaja. Akhirnya, analisis komparatif antara sekolah yang mengadopsi model manajemen budaya berbasis teknologi informasi dan sekolah tradisional dapat memberikan wawasan tentang inovasi yang paling efektif dalam meminimalisir kenakalan remaja.

Read online
File size884.98 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test