UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Program Pengabdian Masyarakat oleh Universitas Batam Tahun 2023/2024 di Kampung Tua Teluk Lengung bertujuan untuk mengembangkan fasilitas dan pelayanan masyarakat melalui partisipasi aktif mahasiswa. Kampung ini memiliki populasi sekitar 166 jiwa dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan, meskipun terdapat juga wirausaha, buruh, dan ASN. Hasil tangkapan nelayan sebagian besar untuk konsumsi lokal, namun ada juga yang dijual. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini menjadi wujud implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dan pengembangan ruang publik. Tujuan utamanya adalah untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat melalui penyusunan program yang berorientasi pada pengembangan desa, termasuk penataan fasilitas, sarana, prasarana, dan administrasi kampung. Dalam konteks yang dinamis dan kompleks, akses yang memadai terhadap fasilitas pembangunan dan fasilitas umum menjadi landasan penting untuk menciptakan aktivitas masyarakat yang bermanfaat. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup sosial masyarakat kampung, serta mengembangkan keterampilan adaptasi dan interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batam berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat kampung tua, teluk lengung sebagai wujud pengabdian dari mahasiswa/i untuk masyarakat.Perbaikan fasilitas Kesehatan berupa posyandu diharapkan dapat bermanfaat untuk keberlangsungan aktivitas masyarakat setempat.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang renovasi posyandu terhadap indikator kesehatan masyarakat, seperti penurunan kejadian penyakit menular dan peningkatan kepatuhan imunisasi; selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas program pengabdian mahasiswa di desa dengan mata pencaharian berbeda, misalnya desa nelayan versus desa pertanian, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan; serta, dapat dikembangkan model perencanaan partisipatif yang melibatkan warga secara aktif dalam desain dan pelaksanaan infrastruktur desa, guna meningkatkan keberlanjutan dan rasa kepemilikan terhadap fasilitas yang dibangun.

Read online
File size249.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test