STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Studi ini menekankan pentingnya memahami gagasan Kristologi dalam keempat kitab Injil dan Surat-Surat Paulus. Kristologi adalah inti iman Kristiani yang menjadi landasan dogmatis gereja untuk memahami siapa Yesus. Dalam tradisi Kekristenan di dunia, terdapat berbagai pandangan mengenai siapa Yesus, tetapi untuk memahami siapa Yesus, kita harus kembali mendalami intisari kitab-kitab Injil dan Surat-Surat Paulus. Konsep-konsep dasar Kristologi yang dikemukakan dalam kitab-kitab Injil dan Surat-Surat Paulus tidak serumit apa yang diperdebatkan pasca Perjanjian Baru oleh para Bapa-Bapa Gereja dalam konsili-konsili yang menghasilkan pengakuan-pengakuan iman klasik. Secara sederhana, Kristologi kitab-kitab Injil dan Surat-Surat Paulus menyatakan iman mereka tentang siapa Yesus dan bagaimana Yesus adalah Kristus bagi mereka. Dalam implementasi Kristologi menurut kitab-kitab Injil dan Surat-Surat Paulus, memberikan peluang bagi gereja-gereja di Papua untuk mengembangkan Kristologi sesuai dengan konteks pengalaman hidup dan budaya Papua.

Berdasarkan apa yang dikemukakan mengenai Kristologi, maka ketika membahas Kristologi menurut Kitab-Kitab Injil dan Surat-Surat Paulus dapat ditemukan bahwa setiap penulis mengemukakan apa pemahaman mereka mengenai siapa Yesus menurut iman mereka.Jadi berkristologi adalah suatu upaya untuk memahami siapa itu Yesus sebagai Kristus sesuai dengan konteks pengalaman hidup dan budaya.Kristologi itu tidak bersifat absolut atau mutlak, namun bersifat dinamis yang disesuaikan dengan konteks pengalaman kehidupan dan budaya komunitas kekristenan tersebut.Oleh sebab itu, Gereja di Papua ketika hendak membangun Kristologinya harus berangkat dari Konteks pengalaman hidup dan budaya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang bagaimana Kristologi menurut Kitab-Kitab Injil dan Surat-Surat Paulus dapat diterapkan dalam konteks pengalaman hidup dan budaya Papua. Kedua, meneliti bagaimana Kristologi yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja di Papua dapat menjadi inspirasi bagi Gereja-Gereja di daerah lain yang memiliki konteks budaya yang berbeda. Ketiga, melakukan studi komparatif antara Kristologi yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja di Papua dengan Kristologi yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja di daerah lain, untuk memahami perbedaan dan kesamaan pendekatan mereka dalam memahami siapa Yesus sebagai Kristus.

Read online
File size868.08 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test